Ketakutan

Suatu senja di akhir pekan, ketika kita sedang duduk bersama di bangku balkon seperti biasa, kamu pernah bertanya padaku. "Apa yang kamu takutkan dari hidup ini?" Seperti biasa, filosofis. Jalan pikiranmu itu. Yang sadar tidak sadar sepertinya memberikan pengaruh padaku. "Ehm… Hal yang aku takutkan dari hidup ini," kataku sambil berpikir. Jam tangan yang kamu …

Maaf

Pertengkaran kami saat menjelang sore itu tidak juga teredamkan oleh gemuruh petir di luar. Kami saling adu mulut. Tidak ada yang mau mengalah. Saling menyalahkan dan berteriak. Dengan sekuat tenaga dan hati, aku menahan air mata. Sampai pada akhirnya air mataku tumpah juga. Kalau aku sudah menangis, dia perlahan akan mundur. Melihatku menangis, dia diam …

Dendam

“Lalu apa bedanya dirimu dengan dia yang menyakitimu jika kau biarkan dendam yang membara di hatimu membakar dirinya,” katanya sambil menatapku dalam dan tenang. Kutatap matanya lekat-lekat. Kami saling menatap. Saling meyakinkan. Bahwa dendam yang kupendam dalam hati tidak akan hilang sampai aku berhasil membuat orang itu merasakan kepedihan dan kesakitan yang kurasa. Sementara dia, …

Bukan Pelarian Lagi

“Apa? Jadi sejak awal kamu sudah tahu? Jangan-jangan kamu sebenarnya sudah tahu kehadiran diriku di stasiun. Jadi sosok yang aku lihat dari halte Transjakarta dan membuatku ngos-ngosan mengejar adalah benar bahwa itu kamu. Itu bukan khayalanku.” kataku menyerocos. Tersenyum. Hanya itu jawaban yang Arya berikan. Ah, Arya mengapa kamu seperti ini kepadaku. Kamu benar-benar memunculkan …

Percakapan di Suatu Sore

A: "Jadi bagaimana?" (tampang penasaran) B: "Apanya yang bagaimana?" (jawab dengan santai, sambil menikmati makanannya) A: "Jawaban dan rencana kamu atas pertanyaan beberapa hari lalu." B: "Ooh.. Itu serius toh?" (tampang innocent) A: Memangnya kamu pikir itu hanya bercanda?" (nada bicara mulai serius) B: "Kalau disampaikan dengan bercanda dan tidak serius, kenapa aku harus menganggapnya …