Dendam

“Lalu apa bedanya dirimu dengan dia yang menyakitimu jika kau biarkan dendam yang membara di hatimu membakar dirinya,” katanya sambil menatapku dalam dan tenang.

Kutatap matanya lekat-lekat. Kami saling menatap. Saling meyakinkan.

Bahwa dendam yang kupendam dalam hati tidak akan hilang sampai aku berhasil membuat orang itu merasakan kepedihan dan kesakitan yang kurasa.

Sementara dia, orang yang ada di hadapanku sekarang, meyakini sepenuhnya bahwa kebahagiaan itu akan datang seiring keikhlasan memaafkan.

 

#serialakudankamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s