Food Preparation selama Karantina

Pemandangan isi kulkas penuh dengan wadah kedap udara berisi sayur-sayuran dan stok bumbu dasar adalah hal baru di rumah. Seumur-umur aku mengurusi perdapuran di rumah baru kali ini, di masa karantina pandemik wabah covid-19, menstok bahan pangan dalam jumlah banyak untuk jangka waktu berhari-hari. Selain itu, merancang menu harian selama seminggu juga hal baru yang langka terjadi.

Aku biasanya belanja setiap subuh ke tukang sayur dekat rumah. Kepikiran masak menu apa untuk hari itu, ya diputuskan saat di tukang sayur, setelah melihat ada sayuran apa. Tanpa rencana. Selama menu masakannya masih diperbolehkan untuk dikonsumsi Bapak, masak sayuran apa pun yang ada di tukang sayur tidak masalah.

Berhubung selama masa karantina kebanyakan di rumah saja, sesuai anjuran, ke tukang sayur pun jadi jarang. Sebagai gantinya, ke pasar tradisional (sudah ada pedagang langganan di sana) dan membeli stok bahan pangan dalam jumlah banyak. Biasanya, aku stok untuk 3-7 hari.

IMG_20200419_200019[1]

Mulai dibongkar lagi simpanan wadah kedap udara. Waktu lihat ada teman jualan wadah ini 1 set isi 22 kotak, warna ungu pula, aku beli lagi akhirnya. Gak tahan untuk gak beli huhuhu.

Setelah belajar dari berbagai video di Youtube (terima kasih untuk semua channel yang sudah membagikan info tentang food preparation), aku menemukan beberapa kesamaan cara penyimpanan.

  1. Pakai wadahkedap udara.
  2. Lapisi wadah dengan tisu/kain (bisa dicuci pakai lagi).
  3. Sayuran jangan dicuci.
  4. Kebanyakan menyimpan sayuran tidak dipotong dulu. Akan tetapi, yang aku terapkan, aku potong/siangi dulu sayurannya sehingga muat banyak.
  5. Untuk penyimpanan cabai, kasih satu siung baput kupas di dalam wadah.
  6. Untuk penyimpanan tauge, rendam tauge dengan air bersih hingga semua terendam air, wadah ditutup rapat.
  7. Untuk penyimpanan sumber protein (ayam, ati ampela, seafood), sebaiknya dicuci bersih dahulu lalu diberi perasan jeruk nipis agar tidak amis. Simpan dalam freezer. Ayam atau ikan bisa dibumbui terlebih dahulu.
  8. Untuk penyimpanan daging sapi, daging tidak perlu dicuci. Bungkus atau masukkan daging sesuai keperluan ke dalam wadah berbeda sehingga saat mau dimasak daging mudah diambil dan tidak buka tutup wadah.  Simpan dalam freezer.
  9. Untuk penyimpanan tahu, cuci bersih tahu dengan air mengalir. Tiriskan. Masukkan dalam wadah. Bisa juga direndam air hingga semua bagian tahu tenggelam, ganti airnya setiap hari. Sebaiknya simpan tahu dalam keadaan utuh.
  10. Untuk penyimpanan tempe, sebaiknya simpan tempe dalam keadaan utuh. Bisa simpan tempe di bagian bawah freezer atau dimasukkan ke dalam wadah.
  11. Untuk bumbu dasar yang sudah dihaluskan, masak (tumis dengan minyak) bumbu terlebih dahulu sampai matang. Taruh di wadah. Dinginkan di suhu ruang. Setelah uap panasnya hilang, simpan dalam kulkas.

Dibandingkan dengan belanja setiap hari, mempunyai stok bahan pangan untuk 3-7 hari seperti ini memang menghemat waktu untuk persiapan memasak (investasi waktu persiapannya sudah di satu hari saat beberes penyimpanan).

Akan tetapi, aku jadi tidak bisa membeli jenis sayur tertentu yang kadang ada kadang tiada, seperti kecipir, kenikir, daun katuk, yang biasanya hanya ada sesekali di tukang sayur sesuai dengan persediaan.

Apakah food preparation ini akan aku lanjutkan setelah masa karantina pandemik covid-19 ini selesai? Iya akan kulanjutkan. Dalam sebulan mungkin 1-2 minggu aku akan menstok, selebihnya kembali setiap subuh ke tukang sayur atau sesekali beli makan di luar.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s