Waktu Terbaik Minum Kopi

Sekarang saat minum kopi sudah menjadi lifestyle, banyak orang yang minum kopi tanpa memperhatikan waktu mengonsumsi kopi. Kopi tidak hanya diminum pada pagi hari, tetapi juga siang, sore, bahkan malam hari sebagai teman atau amunisi begadang.

Ternyata, dengan kandungan kafein yang ada di dalamnya, kopi yang sering dianggap sebagai sumber penyakit, akan mempunyai banyak manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi pada waktu-waktu tertentu dan sesuai dengan kondisi alami tubuh.

Tubuh manusia memproduksi satu hormon bernama hormon kortisol yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Kelenjar kortisol mempunyai peran dalam mengendalikan metabolisme tubuh, mengatur kadar gula darah, melawan peradangan dalam tubuh, berpengaruh pada ingatan, menyesuaikan tekanan darah, dan membantu perkembangan janin pada ibu hamil.

Hormon ini akan meningkat ketika stres dan berolahraga supaya tubuh kita dapat beradaptasi dengan dua kondisi tersebut. Saat olahraga, tubuh akan membutuhkan energi yang lebih besar. Oleh karena itu, peningkatan hormon kortisol yang mampu mengatur kadar gula darah akan mengubah gula sebagai energi.

Ketika jumlah hormon kortisol dalam tubuh berlebih, tubuh akan mengalami efek samping, di antaranya penurunan daya tahan tubuh, kenaikan berat badan, penumpukan lemak, penurunan konsentrasi, gangguan memori jangka pendek, libido rendah, insomnia, dan tekanan darah tinggi. Sementara itu, jika kekurangan hormon kortisol, tubuh akan mengalami depresi, pingsan, pusing, ketidakmampuan menghadapi stres, sakit kepala, lemah otot, kecemasan, dan kegelisahan.

Secara alami tubuh akan menghasilkan hormon kortisol tertinggi sekitar pada pukul 7-9 pagi, 12-13 siang, dan 18-19 malam. Sebaiknya, mengonsumsi kopi saat kadar kortisol rendah dan hindari mengonsumsi kopi pada saat hormon kortisol sedang tinggi.

Kandungan kafein dalam kopi dapat memengaruhi produksi dopamin di otak yang kemudian akan memengaruhi produksi hormon kortisol. Ketika kopi dikonsumsi pada saat tubuh sedang menghasilkan banyak hormon kortisol, penggunaan kafein tidak mempan bagi tubuh. Tubuh justru akan resisten terhadap kafein sehingga kadar kafein harus ditingkatkan. Jika hal ini terus-menerus dilakukan, selain akan meningkatkan kadar hormon kortisol, juga akan menimbulkan efek samping bagi tubuh.

Sebaliknya, jika kopi dikonsumsi saat jumlah hormon kortisol dalam tubuh sedang rendah, kandungan kafein kopi akan meningkatkan jumlah hormon kortisol. Dengan demikian, tubuh akan tetap terjaga dan segar. Kandungan zat dalam kopi pun dapat dengan efektif diserap tubuh dan memberikan manfaat.

Di sisi lain, perlu diperhatikan dan dihindari pengonsumsian kopi pada malam hari saat kadar kortisol rendah. Malam hari sudah dirancang sebagai waktu bagi tubuh untuk tidur dan mengistirahatkan diri. Tetap terjaga dan waspada hingga larut malam ditambah dengan mengonsumsi kopi dalam terus-menerus dalam waktu lama akan menganggu metabolisme tubuh dan mengacaukan sistem alami tubuh yang tidak baik untuk kesehatan.

Tulisan ini disarikan dari beberapa artikel kesehatan media online di alamat:

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/hormon-kortisol-adalah/

https://mediskus.com/hormon-steroid

https://tirto.id/menemukan-jam-jam-terbaik-meminum-kopi-csn5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s