Teman Dunia Akhirat

Manusia adalah makhluk sosial. Dengan statusnya sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Sepanjang hidupnya manusia akan membutuhkan kontribusi orang lain, baik sedikit maupun banyak, besar maupun kecil. Manusia butuh teman untuk memberi warna dalam hidupnya, untuk melengkapi dirinya, untuk mengeksiskan dirinya, untuk berbagi segala hal dalam hidupnya.

Sedemikian butuhnya manusia akan kehadiran orang lain sebagai teman dalam hidupnya, membuat manusia sedapat mungkin memperoleh teman dalam hidupnya. Namun, orang yang diplih sebagai teman sejati bukanlah sembarang orang. Teman merupakan salah satu cermin diri seorang manusia. Jati diri dan identitas manusia akan terlihat dengan siapa dia berteman. Rasulullah bersabda

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat dan dalam hubungan muamalah, seperti bertetangga, kita diperbolehkan untuk berteman dan bergaul dengan siapa pun, muslim dan nonmuslim. Akan tetapi, dalam menjalin hubungan persahabatan sejati, hendaklah kita pandai-pandai dalam memilih teman sejati. Orang yang pantas kita jadikan sahabat sejati adalah ia yang dapat membuat kita menjalin cintai yang berbuah surga.

Ada sebuah ungkapan dari Habiburrahman El Shirazy yang sangat saya sukai berkaitan dengan memilih teman sejati. Ungkapan ini terdapat dalam salah satu buku Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ketika Cinta Berbuah Surga. Dalam buku tersebut ada satu tulisan yang berjudul “Ketika Cinta Berbuah Surga”. Tulisan tersebut berisi kisah seorang anak raja bernama Said yang mendapat nasehat dari ayahnya, Sang Raja.

Maka dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said, anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga.”

Said tersentak mendengar perkataan ayahnya.

“Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?” tanyanya dengan nada penasaran.

“Dialah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencitaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan, karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga.” (El-Shirazy, 2008: 27)

Betapa indahnya gambaran teman sejati dalam kutipan tulisan tersebut. Teman yang bisa diajak bercinta untuk surga. Persahabatan sejati dapat terjalin jika dimulai dengan niat karena Allah semata. Persabahatan itu, kemudian, dijalankan dan dijalin dengan semata-mata karena Allah dan mengharap ridho Allah. Sungguh tidak ada suatu hal pun yang dapat memisahkan jalinan dan ikatan hati yang telah Allah eratkan di antara manusia yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah, Sang Maha Pemilik Hati, Sang Pembolak-balik Hati, dan Sang Pemilik Cinta.

Jalinlah pertemanan menjadi baik dengan saling berlemah lembut, bermuka manis, dan saling memberi hadiah. Rasulullah bersabda,

Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun meskipun hanya dengan menjumpai 

saudaramu dengan muka manis(HR Tirmidzi)

Hadiah menghadiahkanlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai(HR Abu Hurairah)

Seperti yang diungkapkan El-Shirazy yang saya sudah saya tulis di bagian atas, seorang teman yang  baik akan membantu kita untuk menjadi orang yang baik. Begitu pun dengan sahabat yang kita miliki. Saling menasehati dan mengingatkan dalam kebenaran. Hal ini dilakukan bukan karena dorongan nafsu atau keinginan sesaat.
Akan tetapi, hal itu dilakukan dengan keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan serta menjelaskan kebenaran berdasarkan Alquran dan Sunnah. Cara yang ditempuh dalam mengingatkan dan menasehati tentu harus melihat karakteristik dan kesalahan teman kita.

Jika terjadi kesalahpahaman dengan teman, kita dianjurkan untuk berlapang dada dan berbaik sangka. Pemahaman kita terhadap karakter teman akan diuji dengan perselisihan. Dalam hal ini, dibutuhkan pemahaman atas kondisi yang terjadi serta tidak main hakim sendiri dan saling menuduh.

Seorang mukmin tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu berakhlak baik, sedang tukang maksiat selalu punya siasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya(HR Tirmidzi)

Hal lain yang perlu dijaga dalam menjalin pertemanan dan persahabatan adalah saling menjaga rahasia. Sesungguhnya seseorang yang menyimpan aib saudaranya, maka Allah akan menyimpan aib hambaNya tersebut pada Hari Akhir. Dan sesungguhnya, seorang muslim itu adalah cerminan bagi muslim yang lain. Jika terdapat kotoran pada cermin tersebut muslim yang lain wajib untuk membersihkannya. Rasulullah bersabda,

Wahai sekalian manusia yang beriman dengan lidahnya, (namun) belum masuk iman ke dalam hatinya. Janganlah engkau sekalian mengumpat orang-orang Islam dan jangan membuka aib mereka, (kerana) sesungguhnya orang yang membuka aib saudaranya yang muslim, maka Allah akan membuka aibnya. Dan siapa yang aibnya dibuka Allah, maka Dia akan membukanya sekalipun di dalam rumahnya.” (HR Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)
Barangsiapa yang menutup aib saudara muslimnya maka Allah akan menutup aibnya di akhirat(HR Tirmidzi)

Teman merupakan salah satu bagian dari hidup kita yang turut memberikan andil terhadap kebaikan atau keburukan diri kita. Berteman dengan orang yang baik akan membawa kebaikan dalam diri kita. Sebaliknya, berteman dengan orang yang buruk akan membawa keburukan dalam diri kita. Rasulullah mengatakan,

Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s