Menggapai Keberkahan

Keberkahan merupakan satu hal yang penting untuk kita usahakan agar Allah mengaruniakannya kepada kita. Hal itu agar segala sesuatu yang kita miliki atau peroleh dapat tumbuh dan berkembang kebaikan serta kebermanfaatannya. Bisa jadi hal yang dimiliki atau diperoleh merupakan hal yang sepele dan sedikit. Namun jika keberkahan berlimpah di dalamnya, akan sangat terasa sangat banyak. Semisal, dalam waktu yang terbatas ketika kita belajar. Saat Allah menghendaki keberkahan dalam kegiatan belajar mengajar itu, banyaklah ilmu yang dapat kita serap dari sang guru atau dengan mudahnya kita memahami ilmu yang disampaikan. Begitu juga saat kita mengajarkan ilmu dalam waktu terbatas, banyaklah ilmu yang dapat disampaikan dan orang yang kita ajarkan dapat memahaminya.

Begitu pentingnya keberkahan dalam hidup, tentulah harus kita usahakan. Ada dua faktor yang dapat membuka pintu keberkahan dari Allah. Pertama, kita memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan benar. Semakin kuat keimanan dan semakin mantap ketakwaan kepada Allah, Allah pun akan membuka pintu keberkahan dan memberikan keberkahan yang berlimpah kepada hamba-Nya.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (al-A`raaf: 96)

Kedua, memperkuat interaksi dan semakin mendekatkan diri dengan Al-Qur’an. Kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Segala yang terkandung dalam Al-Qur’an menjadi panduan kita dalam menjalani kehidupan.

“Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?” (al-Anbiyaa’: 50)

Al-Qur’an, sebagai pedoman hidup patut kita imani kebenarannya bahwa Al-Qur’an adalah wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat utusan-Nya, Jibril. Tidak cukup hanya dengan mengimani kebenaran Al-Qur’an saja, Al-Qur’an senantiasa dipelajari dan diamalkan. Kita mendekatkan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari membaca, mentadaburi, mempelajari, hingga mengamalkannya dalam kehidupan, mulai dari ruang lingkup terkecil—diri sendiri dan keluarga—masyarakat, hingga ruang lingkup yang besar, negara.

Selain faktor beriman dan bertakwa kepada Allah serta mendekatkan interaksi dengan Al-Qur’an, sebagai bentuk usaha mendapatkan keberkahan dari Allah, hal yang sama pentingnya adalah doa. Ya, kita senantiasa berdoa kepada Allah, memohon limpahan keberkahan dalam hidup.

Dalam buku Lapis-Lapis Keberkahan Salim A. Fillah tertulis kata-kata dari Umar bin Khaththab tentang doa.

“Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan. Sebab setiap kali Allah mengilhamkan hamba-Nya untuk berdoa, Dia sedang hendak memberikan karunia. Yang aku khawatirkan adalah jika aku tidak berdoa. Takkan terasa manisnya kehambaan hingga kita merasa bermesra kepada Allah dalam doa. Itulah yang lebih penting dari pengabulannya. Takkan terasa lezatnya ketaatan hingga kita lebih mencintai Zat yang mengijabah permintaan kita dibanding wujud dari pengabulan itu.” (Umar bin Khaththab)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s