Bahwa

Bahwa untuk menuju ke sana, ke bahtera yang akan aku dan kamu naiki untuk kita layarkan bersama, tidak cukup hanya dengan sekadar ingin. Ia membutuhkan kesiapan dan visi yang jelas.

Bahwa harus disadari akan ada orang asing yang tiba-tiba akan masuk ke dalam hidupmu, duniamu. Ia akan menyedot perhatianmu. Di duniamu akan ada orang baru yang mencampuri kehidupanmu. Dan kau tinggal bersamanya. Berbagi hidup. Untuk waktu yang tidak sebentar. Dengannya kau akan menjalani hari mengarungi hidup.

Bahwa dalam ikatan halal bernama pernikahan, kita masuk ke dalam proses pembelajaran abadi, saling mengenal selamanya, saling menguatkan dan mendukung menjalani proses. Proses yang hari demi hari kita lalui bersama. Yang membuat kita semakin memperbaiki diri dan kita berkembang bersama. Ya. Bersama, aku dan kamu. Terlebih lagi kita akan semakin belajar ketika amanah Sang Pencipta hadir di tengah kita, anak-anak. Bahwa kita akan menjadi orang tua, ayah dan bunda.

Bahwa setelah perjanjian yang juga dilakukan para nabi dengan Tuhannya terucap, tabir dirimu dan tabir dirinya yang selama ini terbuka hanya untuk orang tertentu, akan terbuka polos apa adanya di hadapannya. Dengan kelebihan dan kekurangannya, satu hal sepaket dan sepasang yang kita terima dari pasangan.

Bahwa ketika kita, aku dan kamu, hidup bersama setelah ijab qabul, ada tanggung jawab secara ekonomi. Hal itu harus disadari bahwa kita memang akan butuh kebutuhan finansial yang sehat. Banyak sedikitnya keuangan kita nanti, itu hal relatif. Ada yang bagi orang lain sedikit, namun bagi yang lainnya banyak. Melihat dari sudut pandang bersyukur mana yang kita pakai, syukur nikmat ataukah kufur nikmat. Terkecuali memang dalam angka yang benar-benar menunjukkan dua kutub yang berbeda, banyak atau sedikit. Penting bagi kita adalah banyaknya keberkahan dan kehalalan dalam rezeki kita.

Bahwa setelah perjanjian kuat itu terucap akan semakin bertambah anggota keluargamu. Urusanmu tidak selesai hanya dengan dirinya semata. Namun juga dengan keluarga besar di belakangnya.

Bahwa setelah ikatan halal itu terjalin, saat itu bukanlah waktu untuk membuat aku dan kamu menjadi semakin menjauh dari jalan dunia penebar kebaikan dan kebermanfaatan dalam rangka ketaaatan pada Yang Maha Kuasa. Justru dengannya aku dan kamu selayaknya semakin bergairah untuk menebar kebaikan agama kita. Bahwa akan ada kehidupan sosial yang kita jalani. Kehidupan sosial itu langsung tidak langsung akan mendatangkan amanah sosial kepada kita berdua. Bahwa kelak di sekitar rumah kita akan ada orang baru bernama tetangga yang akan menjadi saudara baru kita yang terdekat.

Bahwa harapan agar kelak ikatan perjanjian mitsaqaan ghalizaa itu tetap terus terjaga dan terus kita usahakan untuk mewujudkan kehidupan dunia kita berdua yang penuh berkah, sakinah, mawaddah, dan warrahmah, hingga kita berkumpul bersama di surga-Nya. Tidak hanya di dunia. Cinta yang aku dan kamu rajut kelak sampai menembus langit. Mengantarkan kita dan generasi yang kita lahirkan dan bina menuju ke surga bersama dalam bahtera kita berdua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s