Puasa Ular dan Puasa Ulat

Sudah berapa kalikah Ramadhan kita jalani dan lewati? Satu kali, dua kali, tiga kali, empat atau lima kali, lebih dari sepuluh kali, atau bahkan lebih? Dari setiap Ramadhan yang sudah kita jalani dan lewati di setiap tahunnya, meninggalkan jejak seperti apakah Ramadhan di setiap tahun itu?

Adakah Ramadhan meninggalkan jejak ketakwaan dalam hati dan diri kita seperti tujuan yang Allah inginkan dari puasa, yaitu menjadikan diri kita sebagai orang yang bertakwa. Adakah jejak-jejak kebaikan Ramadhan terbawa dalam pribadi kita selepas Ramadhan pergi lantas datang di tahun berikutnya? Adakah Ramadhan yang kita jalani dari tahun ke tahun semakin membuat diri kita menjadi lebih baik dan lebih bertakwa di mata Allah?

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan Allah. Satu kesempatan yang Allah berikan kepada hamba-Nya selama tiga puluh hari untuk meraup banyak pahala dan ampunan serta kesempatan untuk menghapus dosa. Di dalam bulan Ramadhan juga terdapat satu malam penuh kemuliaan dan keberkahan, yang ia lebih baik dari seribu bulan. Ramadhan menjadi ajang bagi kita untuk menempa diri. Selama tiga puluh hari, kita berpuasa. Dan puasa menjadi perisai yang menjaga bagi diri. Berpahala dan menghapus dosa.

“Allah  berfirman, ‘Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut  adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila  salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula  berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka  katakanlah, ‘Saya sedang berpuasa’. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di  tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi  Allah pada hari kiamat daripada bau misk/kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa  ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika  bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya.’” (HR Bukhari dan Muslim)

Jika kita amati, ada siklus kehidupan yang dialami oleh ular dan ulat yang memiliki kesamaan dan perbedaan. Yang pertama siklus kehidupan ular. Dalam fase hidupnya, ular mengalami masa pergantian kulit (shedding). Ketika mengalami masa ganti kulit, ular akan bersembunyi dan biasanya tidak makan. Pada masa ini, ular akan cenderung stres dan lebih agresif. Ia tidak akan segan menyerang siapa pun yang menganggunya pada masa ini. Setelah melewati masa ganti kulit, kulit ular akan menjadi lebih bagus,

Yang kedua adalah siklus kehidupan ulat menjadi kupu-kupu. Ulat mengalami metamorfosis sempurna setelah berdiam diri dalam kepompongnya selama 14-16 hari. Selama masa proses perubahan menjadi kupu-kupu yang cantik tersebut, ulat sama sekali tidak berinteraksi dengan dunia luar dan sangat terisolasi dalam kepompongnya. Ia fokus pada perubahan dirinya hingga sampai pada waktunya ia keluar dari kepompong menjadi kupu-kupu. Setelah menjadi kupu-kupu, ia dapat membantu penyerbukan tanaman dan memberikan rasa senang dan kagum kepada manusia yang melihatnya terbang ke sana ke sini, apalagi dengan warnanya yang indah.

Ular dan ulat sama-sama “berpuasa” tidak makan ketika mengalami satu fase dalam hidupnya. Ular ketika mengalami masa ganti kulit dan ulat ketika mengalami masa kepompong. Perbedaannya adalah ketika “berpuasa”, ular tidak sepenuhnya memutuskan interaksi dengan sekitarnya, stres dan lebih agresif. Sementara itu, ulat benar-benar tertutup dan terhenti interaksinya dengan dunia luar ketika dalam kepompong. Ia terkurung rapat dalam kepompong selama masa metamorfosisi menjadi kupu-kupu.

Sesungguhnya, puasa tidaklah sebatas menahan lapar dan haus. Puasa yang hanya sekadar menahan lapar dan haus layaknya ular yang sedang mengalami masa ganti kulit. Berpuasa tetapi dari mulutnya masih keluar ghibah dan fitnah. Asyik membicarakan aib orang lain. Berpuasa namun masih senang dan terlena dengan alunan merdu musik yang membuat lupa Al-Qur’an. Berpuasa akan tetapi masih banyak menghabiskan waktu untuk bermain, tidur berlebihan, untuk hal yang sia-sia dibandingkan dengan mencari ilmu. Berpuasa namun ketika ada sedikit hal yang menganggu, langsung terbakar emosi marah dan melampiaskan amarahnya.

Sesungguhnya puasa adalah menahan dan menjaga seluruh anggota badan dari nafsu diri dan hal yang sia-sia serta tidak baik. Menahan mulut dari perkataan tidak baik dan sia-sia, dari perkataan dusta, dari ghibah dan fitnah. Menahan dan menjaga mata dari hal-hal yang tidak pantas dan tidak boleh dilihat. Menahan dan menjaga telinga dari perkataan yang jelek. Menahan dan menjaga tangan serta kaki dari aktivitas sia-sia dan mengarah ke maksiat. Menahan dan menjaga diri dari nafsu syahwat. Terlebih lagi menjaga hati dan pikiran. Ketika berpuasa, totalitas dari ujung kepala hingga ujung kaki, layaknya ulat yang terkungkung rapat dalam kepompong, terjaga dari dunia luar.

Pun termasuk berpuasa dari menahan diri dari godaan ketika berbuka puasa. Biasaya kita tergoda ingin makanan ini minuman itu menu ini menu itu untuk berbuka. Porsinya pun bisa melebihi porsi makan kita dalam satu waktu makan, seperti balas dendam setelah seharian tidak makan. Padahal jika kita mau jujur dan rasakan, segelas minuman dan beberapa potong penganan ta’jil saat berbuka itu sudah terasa mengenyangkan di perut Itulah nikmat berpuasa.

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR ath-Thabrani)

Puasa Ramadhan bukanlah sembarang ibadah. Pahala puasa berhubungan langsung dengan Allah. Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut  adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Balasan kebaikan yang diperoleh langsung diberikan oleh Allah.Istimewa. Semaksimal mungkin menghindarkan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dan yang membatalkan pahala puasa. Akan sangat disayangkan jika puasa hanya memberikan lapar dan haus pada diri kita.

Semoga Ramadhan yang kita jalani di tahun ini benar-benar menyatu dalam diri dan hati kita. Kita jalani dengan niat yang satu, Lillahi Ta’aala, hanya karena Allah semata. Hal yang Allah harapkan dari tujuan puasa, yaitu menjadikan kita sebagai orang-orang yang bertakwa, dapat kita capai di Ramadhan ini. Menjadi bekal bagi kita dalam mengarungi kehidupan di sebelas bulan berikutnya hingga kita bertemu Ramadhan kembali (jika Allah mengizinkan).

Semoga berkah Ramadhan melimpah di negeri kita tercinta, Indonesia. Puasa Ramadhan dapat menjadi perisai bagi para pemimpin dan pejabat negeri ini, juga bagi masyarakatnya. Dari puasa kita terlindung dari keinginan untuk korupsi demi memenuhi nafsu dunia. Dengan puasa kita terlatih untuk berkata jujur dan mengatakan yang benar adalah benar dan salah adalah salah. jujur dalam memberikan kesaksian. jujur memberikan dan menyampaikan informasi. Melalui puasa, akhlak kita tertempa menjadi akhlak yang mulia.

Kita jalani Ramadhan dengan penuh cinta dan suka cita. Berusaha menghadirkan ikhlas dalam setiap kebaikan. Dan semoga kita tidak termasuk dalam golongan yang disebutkan oleh Rasulullah, mereka yang hanya mendapat lapar dan haus. Semangat menjalani Ramadhan penuh cinta, suka cita, dan ikhlas.

Ketika ada niat pasti ada jalan. Ajang kompetisi meraup pahala sebanyak-banyaknya sudah di depan mata. Setiap kita pasti ingin menjadi pemenang di garis finish tiga puluh hari mendatang. Sudahkah kita siap merancang dan menyusun strategi untuk mencapai kemenangan? Yuk. Kita rancangan strategi kemenangan agar setiap kita menjadi pemenang di mata Allah. Kita bersaing secara sehat, belomba-lomba dalam kebaikan, dan saling mendukung, Allah menjadi juri dalam ajang meraup pahala Allah sebanyak-banyaknya ini.

Happy Ramadhan. ^_^

***Tulisan ini adalah untuk pengingatan bagi diri aku sendiri dan kita sebelum bagi orang lain. Sesungguhnya, ketika aku menunjuk satu jari telunjuk kepada orang lain, empat jari lainnya akan lebih dahulu menunjuk ke belakang, menunjuk kepada diri yang memberikan jari telunjuknya kepada orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s