Jeda

Jika tanpa jarak, kita tidak akan mengenal yang namanya kerinduan.

Jika jeda tidak ada, tidak ada pula artinya kata.

Apalah daya kata tanpa jeda.

Jedalah yang menguatkan arti kata demi kata.

Jika nanti kita bertemu di jalan, anggap saja kita tidak saling mengenal.

Lalu, kita berkenalan kembali seperti waktu dahulu saat kita pertama kali bertemu dan saling menyapa.

Kita berkenalan lagi.

Berkenalan dengan sisi diri kita masing-masing yang tidak

(ah, bukan tidak) belum terlihat dan tidak kita ketahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s