Hai Jodohku

Hai jodohku,

Kamu, seorang laki-laki, yang ada di sana, di suatu tempat yang aku tidak tahu keberadaanmu sekarang. Jangankan keberadaanmu, siapa dirimu saja aku tidak tahu.

Hai jodohku,

Apa kabar imanmu saat ini? Bagaimana ibadah harianmu satu hari ini, satu pekan ini, satu bulan ini? Semoga kau berada dalam kondisi keimanan yang stabil dan cenderung meningkat. Kalaupun saat ini imanmu sedang turun, kau sadari itu dan kau berusaha untuk tidak turun drastis serta berusaha meningkatkannya kembali. Aku berharap kita, aku dan kamu, senantiasa dapat menjaga keimanan kita dalam kondisi yang stabil dan baik.
Pernikahan adalah langkah awal membangun generasi yang cerdas, sehat jasmani ruhani. Dan kita sadari bahwa hal itu bermula dari kondisi keimanan kita berdua, aku dan kamu. Karena itu, aku berdoa semoga kita berdua selalu dalam perlindungan-Nya, memohon hidayah dan kekuatan dari-Nya untuk menjaga hidayah yang telah diberikan kepada kita. Kita kelak akan dapat mewujudkan keluarga yang rabbani jika kita sama-sama istiqamah menjaga hidayah dan iman yang diberikan-Nya dengan menjaga aqidah, ibadah, dan akhlak kita tetap baik serta ikut berkontribusi dalam agama di jalan-Nya.

Ya, bekal utama kita dalam menapaki jalan pernikahan kita kelak, selain niat yang lurus semata-mata kerena ibadah kepada-Nya dan menggenapi setengah diin, adalah kekuatan ruhani kita, hubungan yang baik dengan Sang Pemilik Hidup dan Mati kita. Dan jika kita mengharapkan keluarga rabbani yang sakinah mawaddah warahmah serta anak-anak yang saleh salihah, tentu saja kita harus menjadi pribadi yang saleh salihah terlebih dahulu. Karena sosok kita berdualah yang menjadi panutan pertama bagi anak-anak kita nanti.

Dan aku berharap, kelak pertemuanku dengan dirimu dalam bingkai rumah tangga, dapat membuat dirimu, diriku, juga anak-anak kita semakin dekat kepada Sang Pencipta dan Pemelihara Seluruh Alam karena bimbingan darimu, imam bagi keluarga kecilku. Kau sebagai kapten kapal dan aku sebagai navigator. Kita dapat saling memperteguh pijakan iman dan aqidah kita. Kita dapat saling menguatkan di saat iman kita rapuh. Kita dapat saling mengingatkan ketika khilaf muncul dalam diri kita.

Meskipun kita terpisahkan oleh jarak dan waktu, yuk kita sama-sama, kamu di sana dan aku di sini, senantiasa bersemangat memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Sang Khalik.

Hai jodohku,
Aku berharap saat ini kamu dalam kondisi baik-baik saja. Kalaupun kau baru saja mengalami sakit, aku berharap kesehatanmu segera pulih kembali. Dan kalau kondisimu sedang sehat, aku juga berharap kesehatanmu dapat terjaga dan kau tidak mengalami sakit. Kesehatanmu dapat terjaga dengan baik di tengah kesibukanmu. Asupan makananmu terjaga dan masih menyempatkan olahraga untuk kebugaran tubuhmu.

Yang baik tidak hanya kesehatan fisikmu semata. Aku berharap kesehatan ruhani dan akal pikiranmu terjaga dengan baik. Semoga saat ini kau tidak lelah mencari ilmu untuk kehidupanmu. Dan aku berharap semoga kau dilimpahkan ilmu yang bermanfaat. Bermanfaat bagi dirimu untuk mengembangkan diri sehingga kau pun bisa menebarkan manfaat untuk orang lain. Dengan demikian kau dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain di sekitarmu. Dan ilmu bermanfaat yang kau peroleh dapat menjadi bekal bagimu untuk menjadi imam bagiku dan bagi anak-anak kita nanti.

Aku di sini dalam kondisi sehat. Meskipun amanah pekerjaanku saat ini sedang banyak, aku bersyukur aku masih diberikan nikmat sehat. Tahukah kamu, saat ini aku sedang belajar cara menjaga kesehatan di tengah kesibukan sehari-hari. Sehat ala Rasulullah. Satu hal tentang kesehatan kita yang sangat patut dicontoh. Dan aku sedang mempelajari dan berusaha menerapkannya. Walaupun belum seratus persen karena mengubah pola kebiasaan itu ternyata tidak mudah. Pelan-pelan saja tapi pasti.

Hai jodohku,
Aku berharap kau di sana tidak berkeberatan mencari ilmu tentang kehidupan suami istri dalam pernikahan dan parenting. Aku di sini pun sedang berusaha membekali diri ilmu tentang dua hal itu. Kita sama-sama membekali diri dengan ilmu untuk mengarungi kehidupan kita bersama dalam pernikahan. Dan juga membekali diri agar kita siap menjadi orang tua yang cerdas, baik, dan dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita nanti.

Walaupun saat ini kita tidak mempelajari hal itu bersama-sama, yakinlah bahwa ilmu pernikahan dan parenting yang kita cari dan peroleh saat ini akan bermanfaat bagi kita kelak. Nanti jika kita sudah bersama dalam hubungan ikatan yang halal, kita akan mempelajarinya bersama-sama ya. Kita saling bertukar ilmu agar kita dapat saling mendukung, mengembangkan diri, dan terus memperbaiki diri menjadi pasangan yang saling menyempurnakan dan orang tua yang berkualitas oke.

Hai jodohku,
Aku berharap kau dapat menjaga dirimu di tengah kesibukan yang kau lakukan. Aku juga berharap segala urusanmu lancar. Ya walaupun aku tidak tahu sekarang kamu sedang sibuk apa. Aku berharap kamu disibukkan dengan kebaikan dan hal-hal positif yang bermanfaat bagi dirimu dan bagi orang lain, bagi masyarakat di sekitarmu. Dan aku berharap kesibukanmu dalam hal positif tidak membuatmu lupa akan keberadaan orang-orang yang mencintaimu, yang peduli terhadap dirimu.

Dan tentu saja aku berharap kau tidak lupa kepada keberadaan diriku ini. Yang entah kapan kita akan dipertemukan oleh Sang Pemilik Cinta. Setiap langkah kebaikan yang aku dan kamu lakukan, aku berharap langkah baik kita semakin mendekatkan jarak kita dan mendekatkan waktu pertemuan kita di pertemuan yang baik untuk melangkah bersama dalam satu kendaraan yang bisa membawa kita dan keluarga kita kelak ke surga, kendaraan yang bernama pernikahan.

Hai jodohku,
Jika kau mengkhawatirkan kehidupan kita kelak dari segi ekonomi karena saat ini kau merasa belum mapan, aku berharap kau tidak lagi risau dengan kegundahanmu itu. Aku tidak melihat banyak pada kondisi ekonomimu. Aku yakin menikah akan membuka pintu rezeki kita. Bukankah Allah telah menjamin hal itu. Bahwa salah satu pembuka pintu rezeki adalah dengan menikah.

Ya, kita memang nanti akan membutuhkan perekonomian yang cukup baik untuk kehidupan rumah tangga kita kelak. Aku berpikir realistis bahwa nanti kita memang akan membutuhkan dana untuk kehidupan kita bersama. Namun, aku lebih mementingkan tanggung jawabmu dan kesungguhanmu dalam mencari nafkah yang halal lagi baik untuk aku dan anak-anak kita nanti. Banyak atau sedikitnya jumlah yang kau berikan kepadaku nanti, aku berharap banyak keberkahan dalam rezeki yang kau dapatkan itu. Keberkahan berlimpah karena kau bersungguh-sungguh mencarinya dan memperolehnya dengan cara yang halal.

Kita dapat memperbaiki kondisi ekonomi kita secara perlahan-lahan. Aku tahu bahwa tidak ada hasil yang ujug-ujug datang dalam kondisi yang bagus. Semua memerlukan proses. Pun begitu juga dengan kondisi ekonomi kita nanti. Kalaupun kita harus meniti dari nol, dari bawah, kita akan menjalani suka duka itu bersama-sama. Kita jalani proses itu bersama-sama. Kita saling berpegangan tangan dengan erat.

Hai jodohku,
Apakah kamu sering merasakan kegalauan di saat-saat menunggu hari pertemuan kita? Apakah kegundahan membuncah di hatimu karena kita lama tak kunjung bertemu? Atau justru kau tidak memikirkannya? Kau menunggu dengan sabar dalam doa dan menghalau kegalauanmu dengan hal yang lain yang kau anggap bermanfaat untuk dirimu dan orang lain. Ataukah alih-alih memikirkanku kau lebih memikirkan bagaimana kau dapat mewujudkan impianmu. Tidak terganggu dengan ketidakhadiranku yang lama kau nanti. Karena kau yakin bahwa aku akan datang di waktu yang tepat.

Hai jodohku,
Untuk sementara ini, itu saja dahulu yang bisa aku sampaikan kepadamu. Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan saat ini. Kamu tahu kenapa di tengah kesibukanku berjibaku dengan pekerjaan yang saat ini aku jalani, aku sempat menuliskan hal ini kepadamu. Karena entah mengapa tiba-tiba kau hadir dalam pikiranku. Agar tidak menganggu konsentrasiku terhadap pekerjaanku, aku tuliskan saja surat ini kepadamu.

Untuk saat ini, kita hanya bisa menyapa dalam doa. Terus ingat aku dalam doamu, ya jodohku. Aku pun begitu. Kau ada dalam doa yang aku panjatkan kepada Sang Pemilik Cinta. Semoga nanti kita dipertemukan dengan proses dan cara yang baik. Kita tidak pernah tahu jalan takdir yang ada untuk kita dapat bertemu. Bagaimana pun cara kita bertemu, aku berharap itu dengan jalan yang baik dan penuh berkah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s