Sehari di Semarang

Jalan-jalan ngebolang kali ini adalah yang pertama kali supercepat dan seorang diri. Awal Februari lalu hunting tiket untuk bulan Maret. Kenapa untuk Maret? karena sudah bisa diprediksikan itu adalah puncak dari segala kepusingan dari kerjaan di kantor dan kerjaan yang lainnya. Lihat-lihat web KAI, bingung sendiri tujuannya mau kemana. Awalnya mau ke Solo, tetapi setelah ngajak-ngajak temen untuk ikutan ngebolang tanggal 13-15 Maret, tidak ada yang bisa diajak. Oke, berarti itu pertanda kemana pun tujuannya, bisa jadi tidak ada yang mau ikut dan aku akan pergi sendiri.

Akhirnya, aku putuskan untuk melabuhkan tujuan ke Semarang. Pertama, karena aku belum pernah ke Semarang dalam rangka jalan-jalan. Akhir tahun 2012, aku pernah ke sana dalam rangka kerja dan itu pun ke Gunung Pati, Semarang, yang tempatnya jauh dari pusat kota. Kedua, jarak tempuh Jakarta-Semarang tidak begitu lama, 6,5 jam via kereta api. Ketiga, setelah sana sini bertanya ke mbah google, di Semarang cukup banyak destinasi wisata dan kuliner yang menarik untuk dijelajahi dan dicicipi. Kita tunggu sampai keesokan hari, sebenarnya masih mencari teman ngebolang. Ternyata, sampai besok harinya tidak ada juga yang mau ikut. Baiklah. Bismillah. Aku pesan tiket ke Semarang pp dengan jumlah satu tiket.

H-2, Kamis, 12 Maret 2015 sore pukul 16.00 setelah ibadah Ashar. Aku baru ingat kalau aku ada rencana ngebolang ke Semarang tanggal 14 Maret. Ya ampuuun. Tumpukan naskah yang digarap 3 bulan tidak kunjung selesai mengalihkan rencanaku. Bener-bener gak ingat sama rencana ngebolang itu. Bahkan aku sempat lupa tempat aku menaruh bukti pembayaran tiket. Dalam hati, di awal pengen banget jalan-jalan, pas sudah mau jalan-jalan malah lupa waktunya. Hahahaha.

Sepanjang perjalanan pulang dari kantor, aku memikirkan rencana ngebolang aku. Sempat ragu, apa aku batalkan saja rencana ini karena aku hanya sendiri dan belum ada rencana apa-apa. Namun, semangat untuk ngebolang tidak lagi terbendung (lebai). Setelah sampai rumah segala sesuatunya harus dipersiapkan.

Kamis malam setelah Isya, aku duduk manis di depan komputer. Browsing segala sesuatunya tentang Semarang, wisata dan kulinernya, kondisi kotanya, transportasinya. Yang terpenting yang harus aku cari adalah peta Semarang.

Tiga jam browsing, aku mendapatkan: peta semarang, rute angkutan umum semarang, trans semarang (semacam trans jakarta), nomor telpon taksi di semarang, tempat destinasi wisata, dan kuliner-kuliner yang sepertinya enak. Dan pastinya packing setelah itu. Tidak banyak yang dibawa. Aku putuskan Jumat esoknya aku sudah tidak pulang ke rumah. Langsung saja ke Stasiun Senen dan menunggu pagi di sana. Lagipula Jumat malam itu aku juga ada urusan sampai malam. Mandi di kosan teman saja dan numpang nitip barang di sana.

Selesai urusan di Margonda, aku kembali ke kantor untuk menaruh motor. Sudah pukul 20.45. Aku harus bergegas ke Stasiun Depok Baru, berharap masih mendapat kereta Bogor-St. Senen walaupun tidak yakin dengan harapan itu. Benar saja, pukul 21.20 KRL yang menuju St. Senen sudah tidak ada menurut informasi dari petugas loket. Aku berpikir sejenak. Dengan transportasi apalagi aku bisa sampai ke St. Senen. Taksi tentu saja menjadi pilihan terakhir. Satu tiket ke Manggarai aku beli. Dari Manggarai aku lanjut naik Transjakarta ke Central Senen.

Bisa dibilang itu menjadi ajang uji nyali. Dan sebelum berangkat, pikiranku sudah memprediksikan nanti di perjalanan pasti sudah sangat sepi, mengingat sudah malam. KRL menuju Jakarta sepi, itu sudah sering aku alami sewaktu masa kuliah dulu. Bagaimana nanti di Manggarai, Transjakarta, dan St. Senen. Ternyata, St. Manggarai malam itu masih cukup ramai. Masih ada aktivitas malam di sana. Pun di Transjakarta. Bis TJ yang aku naiki malam itu sangat penuh. Seperti pada saat siang hari. Dari penampilannya, mereka terlihat adalah para pekerja kantoran yang lembur (mungkin).

Untuk ke St. Senen dari Manggarai, aku harus transit di halte Matraman, lalu lanjut naik TJ tujuan Ancol, turun di Central Senen. Halte Matraman adalah salah satu halte TJ yang jembatannya panjang. Di tengah jembatan, sejenak aku memandangi jalan raya perempatan Matraman. Kendaraan bermotor, motor, mobil, bis, masih banyak mengantri di lampu merah menunggu giliran jalan dan berlalu lalang. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Masih banyak yang lalu lalang. Aku menduga mereka adalah para pekerja.

Mengapa pekerja? Karena siang harinya aku membaca sebuah tulisan yang membahas pekerja kantoran yang pergi pagi pulang malam, rumah-kantor jauh.Mereka berangkat pagi pukul 05.00 atau 07.00 pulang pukul 22.00 masih di jalan. Keesokan harinya pagi hari sudah harus berangkat kerja lagi. Ehm.. ternyata masih ada yang lebih melelahkan. Lima hari kerja setiap hari rutinitas seperti itu dilakukan. Aaah.. entahlah jika aku yang mengalaminya. Mungkin aku sudah tidak sanggup bertahan lama. Bagiku itu sungguh mengerikan. Rutinitas yang sangat menyeramkan. Belum lagi jarak tempuh antara rumah dengan kantor yang jauh. Aaah… tidak bisa dibayangkan kalau aku yang menjalankan hal seperti itu. Sungguh mengerikan.

Pekerjaan aku yang sekarang tidak semengerikannya hal itu. Aku masih bisa berangkat pukul 07.00 dengan kondisi jalanan tidak macet (tentatif macetnya di beberapa titik). Sore harinya aku masih bisa main, berkumpul dengan teman-teman, ke toko buku, lari sore, ikut kajian, atau sekadar nongkrong duduk leye-leye di pinggir danau perpustakaan UI yang sejuk. Pukul 18.30 atau 19.00 aku sudah sampai di rumah, family time. Ditambah lagi aku mendapatkan banyak hal dari pekerjaan aku sebagai editor, yang bisa dibilang memusingkan sekali, tapi menantang untuk dijabani. (Ahhh, tulisannya jadi ngalor ngidul)

bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s