Kekuatan Doa

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (al-Baqarah: 186)

Setiap orang memiliki masalah. Tidak ada hidup yang tanpa masalah. Bahkan mati pun merupakan sebuah masalah, bagi orang yang tidak memiliki perbekalan untuk kehidupan di rumah masa depannya. Lalu adakah kita menjadi orang-orang yang berdoa hanya pada saat masalah menemui kita? Atau adakah kita adalah orang-orang yang sombong, yang tidak mau berdoa kepada Allah?

Ketika Allah sudah memberikan banyak karunia kepada kita, tanyakan kepada diri sendiri. Sudahkah kita mensyukuri nikmat dan karunia yang telah Allah berikan? Atau jangan-jangan adakah kita merupakan orang yang zalim terhadap karunia yang Allah berikan? Sebagai contoh, bagi orang yang belum menikah, memohon agar dikaruniai jodoh. Lantas, Allah sudah memberikan jodoh. Namun, yang dijalin hubungan pacaran, bukan hubungan pernikahan yang halal.

Bagi orang yang sudah menikah, mereka memohon agar dikaruniai anak yang saleh salihah. Akan tetapi, dari sejak pembuatan anaknya saja tidak diawali dengan doa, lebih banyak nafsu syahwat yang bermain saat prosesnya. Padahal ada doa jima’ ketika berhubungan suami istri, yang dapat melindungi karunia Allah dari gangguan setan. Ini salah satu contoh kecil kelalaian terhadap doa, tetapi masih banyak yang lalai melakukannya.

Berdoa tidaklah cukup mendoakan diri sendiri. Janganlah kita menjadi orang yang egois dan pelit. Mulailah sering-sering mendoakan orang lain juga. Selain itu, minta didoakan kepada orang lain. Kita tidak pernah tahu doa siapa yang akan dikabulkan Allah. Dan sesungguhnya, doa kita untuk orang lain akan kembali kepada diri kita sendiri. Jadi, bagi yang masih jomblo, ketika datang ke pernikahan, selain mendoakan pengantin, mintalah doa kepada sang pengantin agar dikaruniai jodoh pula oleh Allah dan menikah. Lebih afdol datang pada saat akad nikah karena saat itulah banyak malaikat turun ke bumi untuk mendoakan.

Kapankah terakhir kali kita berdoa dengan khusyu? Terkadang atau bahkan mungkin sering kita berdoa dengan terburu-buru dan asal baca doa. Baca doa berbahasa Arab tetapi tidak mengetahui artinya. Mulailah memahami doa yang kita ucapkan lalu yakini doa itu. Sering kali juga, kita sudah berdoa namun kita tidak yakin dengan doa yang kita ucapkan. Sebagai contoh, kita memohon agar usaha kita berjalan dengan lancar dan sukses. Selesai berdoa, muncul dalam benak, bisa gak ya saya menjalankan usaha ini. Itu namanya tidak yakin dengan doa.

Mulailah dari sekarang kita khusyu dalam berdoa dan menyakini doa-doa kebaikan yang dipanjatkan. Yakinlah bahwa Allah itu dekat dan Allah mendengar permintaan hamba-Nya dan akan mengabulkannya.

Sudahkah kita berdoa hari ini? Sudahkah kita mendoakan orang-orang yang kita cintai? Sudahkah kita mendoakan saudara-saudara, orang-orang, dan lingkungan di sekitar kita? Dan sudahkah kita meyakini doa yang kita panjatkan?

Apa doamu hari ini untuk dirimu, untuk orang-orang yang kaucintai, untuk mereka yang ada di sekitarmu, untuk lingkunganmu?

Disarikan dari materi Kekuatan Doa oleh Ella Mansyur dalam Konferensi Hulu Hilir Halal 2015 “Membangun Peradaban Halal dari Keluarga”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s