Lapak yang Tergusur

Pagi tadi, ada keramaian setelah putaran balik ke Depok dari Lenteng Agung, di depan kampus IISIP. Di sana banyak, polisi pamong praja berseragam coklat ditambah kerumunan warga. Debu beterbangan di mana-mana. Kemacetan mulai terjadi.

Ternyata, nasib para pedagang yang berada di sisi kanan jalan sebelah rel kereta api sama seperti mereka yang ada di ujung Jalan Juanda. Lapak mereka dihancurkan. Pedagang yang ada di sana mayoritas penjual kayu dan barang olahannya serta penjual taman hias.

Aku pikir alasannya adalah alasan yang sama pula ketika pedagang di sekitar Stasiun Lenteng Agung digusur dan lapak mereka dihancurkan. Untuk kerapian dan kondisi stasiun yang lebih nyaman dan lebih bersih.

Nyatanya memang demikian. Stasiun-stasiun yang ada, seperti Stasiun Tanjung Barat, Lenteng Agung, Stasiun UI, Stasiun Pocin terlihat lebih bersih dan nyaman. Kesan jorok, kumuh, berantakan, dan kotor tidak lagi terlihat. Dan tentu saja itu bisa menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk naik kereta api dan memarkirkan kendaraannya di area parkir stasiun.

Namun, di sisi lain bagaimana dengan nasih para pedagang yang terkena gusuran dan lapaknya dihancurkan? Bagaimana nantinya mereka memperoleh rezeki lagi? Jika lapak mereka dihancurkan dan mereka tidak diizinkan lagi berdagang di sana. Adalah tanggung jawab pihak yang berwenang untuk ikut bertanggung jawab memikirkannya. Mereka tidak hanya menggusur, tetapi juga harus memberikan solusi alternatif bagi para pedagang agar mereka dapat terus melanjutkan usaha dagang mereka. Bisa dengan memberikan tempat yang layak bagi para pedagang.

Untuk aku pribadi, keberadaan pedagang taman hias di jalan itu sangat menyenangkan mata. Karena setiap hari aku dapat melihat taman mini lengkap dengan pancuran air. Pagi-pagi di jalan raya disuguhkan pemandangan hijau yang lumayan menyejukkan setelah melewati kemacetan Pasar Lenteng Agung.

Entahlah setelah lapak-lapak itu dihancurkan akan jadi seperti apa pemandangan di kanan jalan itu. Semoga menjadi lebih baik. Menjadi lebih menyejukkan mata dan hati. Dan lebih baik pula kehidupan para pedagang yang lapaknya digusur. Dan mereka, pihak-pihak yang berwenang, menjadi lebih bijak dalam mengambil kebijakan, kebijakan yang mendahulukan kepentingan masyarakat banyak dan demi kemaslahatan orang banyak juga dapat memberikan perbaikan positif bagi masyarakatnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s