Pengatur Dadakan

Hampir dua pekan belakangan ini, jalur yang aku lewati saat berangkat ke Depok sering dilanda kemacetan, ditambah lagi dengan hujan gerimis. Mulai dari keluar gang rumah hingga sampai di Juanda, Depok, aku menghitung ada sekitar 6-8 titik kemacetan yang muncul: di Jalan Pinang, pertigaan Bango, pertigaan Cilandak KKO, jalan satu arah Ragunan, pertigaan Swalayan, Pasar Lenteng Agung, dan Jalan Raya Lenteng Agung sampai putaran balik ke Depok. Macet sepanjang jalan kenangan. Waktu perjalanan yang biasanya 40 menit sampai, sekarang harus ditempuh lebih lama menjadi 1 jam 15 menit.

Ada satu hal yang menarik, yang terkadang muncul di kemacetan pertigaan yang sudah parah. Yaitu munculnya tukang parkir dadakan. Siapakah tukang parkir dadakan itu? Dia adalah pengendara (biasanya pengendara motor) yang dengan suka rela meminggirkan kendaraannya untuk kemudian mengatur jalannya lalu lintas.

Oke, kurang pantaslah dia disebut dengan tukang parkir dadakan. Karena sesungguhnya ada sosok pemimpin dalam dirinya yang muncul pada saat itu. Di saat orang-orang sibuk membunyikan klakson, hanya berdiam diri, menunggu, sementara yang lain ada yang berteriak tidak sabaran, dia dengan suka rela memberikan solusi dan turun tangan langsung untuk mengatur lalu lintas.

Dengan tegas, dia mengatur jalannya kendaraan. Terkadang juga dengan nada hampir marah. Itu dia lakukan agar para pengendara mau diatur. Banyak yang mau mendengarkan arahan orang tak dikenal yang tiba-tiba main atur lalu lintas. Namun, tidak sedikit juga mereka yang tetap tidak mau diatur, masih main serobot ketika kendaraan dari arah lain melintas.

Ketika dia sudah berusaha mengatur lalu lintas dan sedikit demi sedikit jalan menjadi lancar, banyak yang lupa padanya, tidak mengucapkan terima kasih. Orang-orang berlalu begitu saja. Banyak pula yang marah-marah karena dia atur-atur, merasa ingin menang sendiri karena ingin cepat-cepat. Padahal di saat yang bersamaan, dia yang sudah sukarela meminggirkan motornya untuk mengatur lalu lintas bisa jadi juga berada dalam kondisi buru-buru.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s