Kajian Jumat 21112014

Kajian tertanggal 21 November 2014, masih bertemakan tauhid, kajian Jumat di Masjid Gunadarma Kampus Margoda. Dan seperti biasa, aku telat datang dan siap-siap roaming. Ketika aku datang, sang ustad sedang membahas tentang makna perintah dan larangan.

Berikut ini makna perintah dan larangan Allah

1. Makna perintah dan larangan pada hakikatnya adalah untuk menguji kadar ketaatan kita sebagai manusia. Jika tidak ada perintah dan larangan sebagai penguji bagaimana caranya mengetahui kadar keimanan seseorang.

2. Makna kedua dari perintah dan larangan adalah agar tercipta kebaikan bagi umat manusia. Tidak ada perintah Allah yang mengandung mudharat (kejelekan) bagi manusia seluruhnya (tidak hanya Muslim). Lihatlah kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ketika Ibrahim diperintahkan menyembelih Ismail, juga kisah Nabi Nuh yang diperintahkan membuat kapal, padahal ia berada di daerah gunung, lihat juga kisah Nabi Musa ketika diperintahkan untuk memukulkan tongkat ke Laut Merah sehingga laut menjadi terbelah. Yang para nabi itu ketahui adalah ketika mereka diperintahkan sesuatu oleh Allah , yang mereka lakukan hanyalah melaksanakannya. Mereka hanya melaksanakan perintah Allah saja tanpa mengetahui bahwa di balik perintah Allah itu ada kejutan menggembirakan bagi mereka. Larangan Allah juga bermakna tanda kasih sayang dan cinta Allah kepada manusia. Allah melarang suatu hal karena Allah mengetahui bahwa hal itu akan menimbulkan bahaya dan bencana bagi manusia.

Analoginya adalah ketika kita sudah menjadi orang tua dan mempunyai anak. Apakah kita sebagai orang tua akan memberikan segala sesuatu yang anak kita minta. Anak kita minta smartphone padahal ia baru kelas 1 SD. Anak kita minta dibelikan mobil padahal ia baru kelas 2 SMP. Apakah semua itu akan dituruti?

Tanya-Jawab

Tanya

Sekarang ini kebaikan dan kejelekan terlihat samar dan banyak terjadi demo. Bagaimana dengan hal yang seperti itu?

Jawab

Perintah secara umum adalah untuk tujuan kebaikan. Yang salah bukan hal melaksanakan perintah, tetapi hal cara menjalankan dan mengaplikasikan perintah. Demo para pemuda ashabul kahfi menimbulkan kebaikan. Setelah mereka tertidur panjang dan kemudian terbangun, rezim sudah berganti terbukti uang yang mereka gunakan sudah tidak laku lagi. Demo mereka tidak bersifat anarkis dan tidak merusak fasilitas publik. Rasulullah saja mengajarkan bahwa dalam perang sekali pun tidak boleh merusak tanaman dan pepohonan, tidak boleh merusak tempat ibadah orang lain. Semua ada aturannya. Demo murni dilakukan untuk menyuarakan kebenaran. Kalaupun kita sudah mengupayakan demo yang baik dan ada oknum yang berusaha membuat kacau dan chaos situasi, itu adalah resiko.

Tanya

Bagaimana kita mengetahui bahwa Allah membalas cinta kita?

Jawab

Allah pasti mencintai hamba-Nya. Jangan ragu dalam balasan cinta Allah. Mustahil bertepuk sebelah tangan ketika kita mencintai Allah. Hanya saja terkadang Allah menunjukkan cinta-Nya dengan cara yang berbeda dan tidak sesuai dengan keinginan kita, padahal itu yang baik untuk kita. Pada hakikatnya, manusia diberi ujian itu sebenarnya sebagai wujud tanda cinta Allah kepadanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s