Kajian Jumat 14112014

Di Mesjid Gunadarma kampus Margonda, setiap Jumat pukul 16.00-17.30 ada kajian keislaman. Nah, berhubung setelah lulus kuliah sudah jarang lagi mengikuti kajian keislaman atau kajian apa pun (yang dahulu ketika di kampus, sangat mudah menemukan kajian, sampai-sampai terkadang bersamaan dan bentrok waktunya), tidak ada salahnya datang ke kajian Jumat di Gundar. Tapi yang pasti, aku akan selalu datang telat karena jam pulang kantor pukul 16.30.

Walaupun selalu datang telat, yang bernama ilmu itu ada saja bagian menarik untuk disimak. Meskipun awal-awal mendengarkan kajian, masih roaming, itu ustad sedang membahas apa.

Oke. Jadi, untuk mengurangi memori HP, catatan-catatan yang ada di note HP aku pindahkan ke sini.

Ini ulasan dari kajian Jumat, tertanggal 14 November 2014 yang bisa aku ikuti. Materinya bertemakan akidah Islamiah. Pembicaranya? Wah, aku itu aku tidak catat dan aku sudah lupa. hehehe.

Akidah tersimpul dalam hati setiap manusia, sifatnya mengikat dan mengandung perjanjian. Ikatan simpul itu tersimpul dengan kukuh dalam kalbu. Akidah kita diawali dengan kalimat syahadat. Syahadat tidak hanya diucapkan di mulut saja, tetapi juga harus terikat kukuh dalam hati. Itulah yang disebut bersemayam. Yang terikat antara manusia dengan Allah adalah hati. Kalbu menunjukkan keutamaan manusia. Ikatan hati adalah ikatan yang paling efektif.

Ada sebuah ikatan dan perjanjian antara manusia dengan Allah. Ketika kita sudah mengucapkan syahadat, yang harus dipahami adalah bahwa kita sudah melakukan perjanjian dengan Allah. Perjanjian dan ikatan apakah yang telah kita lakukan dengan Allah?

1. Ikatan atau perjanjian cinta.

Ketika kita sudah mengikrarkan syahadat, kita harus menyadari betul bahwa kita sudah melakukan perjanjian bahwa tidak ada yang lebih kita cintai daripada Allah. Dan kita pun mencintai sesuatu karena Allah.

Di antara manusia ada yang mengambil selain Allah dan mereka mencintainya melebihi cinta kepada Allah. Tidak boleh kita mencintai kepada selain Allah melebihi cinta kepada Allah. Allah sangat tidak mau diduakan. Dan Allah sangat Maha Pencemburu.

Adapun orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah. Ketika manusia mencintai Allah, hal yang pertama kali ditempuh adalah makrifatullahKalau sudah kenal, pasti akan takjub dan cinta. Tidak ada yang bisa memberi kedamaian selain Allah. Pernahkah kita jatuh cinta kepada Allah? Keindahan dalan hidup adalah ketika kita sudah jatuh cinta kepada Allah sampai tingkatan cukuplah Allah. Sebagai contoh adalah kisah Rabiah al-Adawiyah.

Pada surah 9:24, terdapat fatarabbsu ‘maka tunggulah’. Kalimat itu adalah kalimat ancaman. Ibnu Katsir mengatakan itu mengandung 2 makna, yaitu adzaban ‘adzab’ dan khalak ‘kehancuran’. Bersiap-siaplah menerima adzab dan kehancuran.

2. Ikatan perjanjian perniagaan atau jual beli

Ketika kita sudah mengucapkan syahadat, kita telah melakukan perjanjian jual beli.

Surah 9:111. Inna merupakan kalimat yang menegaskan bahwa sesungguhnya Allah. Mengapa menggunakan kalimat Inna? Untuk menegaskan dan menyadarkan kita bahwa kita sudah bertransaksi dengan Allah. Perniagaan ini merupakan attijarah ankabur ‘perniagaan yang tidak pernah rugi’. Perniagaan yang akan selalu membawa keuntungan. Allah akan menjanjikan dan membeli dengan harga yang pantas bahkan lebih, yaitu surga. Mukmin sebagai penjual dan Allah sebagai pembeli. Yang kita jual adalah harta dan jiwa.

Dan janji Allah adalah sangat luar biasa. Tidak akan diingkari. Orang yang berakidah kukuh akan selalu yakin untuk memberikan harta dan jiwanya hanya untuk Allah. Ia sangat menyakini bahwa janji Allah adalah benar.

3. Ikatan Perjanjian Kerja

Kita sudah berjanji bekerja 24 jam hanya untuk Allah.

Surah 9:105. Kita harus berkontribusi untuk sebuah peradaban rabbani, untuk tegaknya Islam. Yang aneh adalah ketika kita berusaha mengerahkan segala potensi kita untuk bekerja kepada manusia dengan imbalan gaji besar. Padahal bekerja kepada Allah melebihi gaji dari manusia. Hadiah dari Allah memang tidak terlihat. Oleh karenanya, membutuhkan keyakinan yang sangat kuat untuk bekerja dan berkontribusi untuk peradaban Islam.

Tanya-Jawab

Tanya

Salat qabliah subuh dikatakan lebih baik daripada dunia dan seisiinya. Nah, kaitannya adalah bagaimana kita bisa terus berada dalam keimanan sementara kita berada di lingkungan yang tidak baik?

Jawab

Salah sunnah setelah azan dan sebelum salat subuh dikaitkan dengan perniagaan merupakan sebuah amalan dan kerja yang jika dilakukan akan lebih baik daripada dunia dan seisinya. Orang yang bisa melakukan amalan itu adalah orang yang sudah bangun sebelum azan subuh.

Berkaitan dengan keimanan dan kebersihan hati. Iman harus disertai ihsan. Jika tidak disertai ihsan, iman hanya akan sekadar pengetahuan saja. Kemudian harus diikuti dengan perbaikan diri.

Tanya

Mana yang lebih baik: ibadah karena takut azab atau ibadah karena mengharap ridho Allah?

Jawab

Ada yang beribadah seperti budak, bekerja karena takut. Ada juga yang seperti karyawan, bekerja karena mengharapkan gaji. Ada juga orang yang beribadah karena cinta semata-mata mengharapkan ridho Allah. Semua itu boleh. Namun, yang paling tinggi keutamaannya adalah yang semata-mata karena mengharap ridho Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s