Suatu Saat

Jika suatu saat nanti kita bertemu kembali, masih ingatkah kau akan diriku? Aku tak yakin apakah aku masih tersimpan rapi dalam memorimu setelah apa yang kulakukan. Pergi tanpa pamit.

Aku tak tahu apakah kau di sana mencariku atau tidak. Aku tidak mau berharap karena aku menyadari bahwa aku telah berbuat salah padamu. Mungkin kau masih marah padaku hingga saat ini? Aku harap kau tidak menungguku. Aku harap jika kita beremu nanti, kau masih mau walau hanya sekadar menyapaku. Itu saja. Tidak lebih.

Aku di sini jauh darimu. Hanya dapat melihat mencari tahu kabarmu melalui media dunia maya. Tak terjangkau olehku mengetahui kabarmu di dunia nyata. Aku ralat. Bukan tak terjangkau. Hanya aku yang tak berani menjangkaumu. Aku yang tak punya nyali setelah pergi meninggalkanmu.

Kadang, aku berpikir apakah keputusanku meninggalkanmu adalah pilihan yang baik. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri. Keputusan yang baik untuk siapa? Untuk diriku, untuk dirimu, untuk diri kita berdua, atau untuk dia yang lain.

Aku terkadang juga berpikir, tak seharusnya aku pergi tanpa pamit. Seharusnya aku berani menghadapi hambatan yang ada di depan jalan kita. Mungkin seharusnya dahulu aku membuka pintu tukar pikiran agar kita dapat memutuskan bersama-sama.

Tahukan kau, aku sudah cukup merasakan gelisah ketika meninggalkanmu tanpa pamit. Membiarkan sejuta tanya memenuhi ruang pikiranmu. Membiarkan sejuta rindu bersemayam di hatiku. Juga membiarkan sejuta sangka akan dirimu mengendap dalam rasaku.

Sekarang aku akan kembali ke tempatku dulu. Ke tempat di mana kau juga berada di sana. Entah apa yang akan terjadi ketika aku melihatmu, ketika kau melihatku. Ketika kita berdua bertemu. Jujur aku takut bertemu denganmu. Aku takut dengan segala kegelisahanku. Aku tak tahu sekarang. Apakah ada yang berubah dari dirimu yang dahulu dengan dirimu yang sekarang. Sudah bertahun-tahun berlalu sejak kepergianku yang menandakan perpisahan kita. Hanya satu inginku. Aku hanya ingin kau masih mau menyapaku ketika kita bertemu nanti. Itu saja. Aku siap dengan segala tumpahan pertanyaanmu. Walaupun aku masih tak seratus persen tahu akan jawabannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s