Pilihan

Jika kematian adalah sebaik-baik pengingat, maka aku ingin tidak ada yang sia-sia dengannya. Tentang bagaimana semua ini akan berakhir dan menentukan kesudahan. Siapa yang tahu di antara kita waktu sang malaikat maut, tamu agung kehidupan akan datang tanpa permisi. Tanpa basa-basi, tanpa mengetuk pintu rumah yang sangat nyaman dihuni.

Ada yang tidak tahu mau kemana ia akan berjalan. Ada yang sudah pasti dengan arah tujuan perjalanannya. Ada yang sebentar-sebentar mudah berpindah haluan. Ada yang berpergian dalam jalannya mengikuti ke mana kaki ingin melangkah. Adakah yang salah dengan mereka semua itu? Adalah pilihan hidup yang kita ingin jalankan untuk hidup kita sendiri. Akan dan mau dibagaimanakan perjalanan hidup.

Ketika kecil, kita hanya tinggal menerima dan menikmati segala yang diinginkan. Sekarang kita, manusia dewasa, yang hanya melakukan tindakan memilih. Memilih warna warni kehidupannya. Ya, apalagi yang kita, manusia dewasa, lakukan selain memilih. Ada banyak jalan dan warna yang tersedia. Kamu mau pilih yang mana. Pilihlah sendiri.

Kita manusia dewasa bukan lagi anak kecil yang hanya tinggal menerima dan menikmati. Ada akal, ada hati, ada badan yang selalu ikut kemana pun kita melangkah pergi. Kamu mau pilih yang mana. Pilihlah sendiri. Dengan akal, dengan badan, dan dengan hatimu.

Kita manusia dewasa pekerjaannya hanya memilih. Namun tak sekadar memilih. Ada tumpukan tanggung jawab yang menyembul di balik setiap pilihan. Dan kita manusia dewasa tidak hanya sekadar memilih. Memilih satu pilihan berarti kita manusia dewasa siap dengan segala sesuatunya yang ada di balik pilihan.

Jika kematian adalah sebaik-baik pengingat, maka adakah kita manusia dewasa memilih dengan sembarang pilih? Jika setelah kematian ada sebongkah besar tanggung jawab yang harus dapat kita pikul seorang diri, maka adakah kita manusia dewasa memilih dengan sembarang pilih?Jika pada suatu saat nanti, akan ada banyak pertanyaan perihal segala pilihan yang diambil, adakah kita dapat menjawab segala tanya yang diajukan dengan yakin dan mantap?

Ini hidup kita. Ini pilihan kita. Atas dasar apa piliham ditetapkan? Sudahkan kita berpegang pada pilihan prinsip hidup yang benar? Atau jangan-jangan adakah kita tidak tahu dan tidak mau tahu-menahu tentang apa prinsip hidup yang menjadi pegangan, yang terpenting asal senang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s