Dalam Hening-Sendiri

bukanlah salah jika dia disebut kesendirian. apalah salahnya kesendirian. kesendirian memang membawa pada sepi dan sunyi. hanya ada aku dan alamku. sejenak menikmati alam yang berbisik pada jiwa. menyebut halus kata meresap dalam hati.

adalah sendiri dan sepi yang mengantar pada cermin yang membuat diri berkaca. ada detik-detik kesendirian yang menenteramkan hati. malam-malam yang hening saat berderai air mata ketika mata melihat diri terdalam. siapa dan bagaimanakah diri ini? adalah sunyi berhias isak menyadari bagian diri di setiap potongan episode waktu. sudah sampai manakah diri berjalan di dunia yang fana. kefanaan, ya kefanaan. bagaimana dengan dunia keabadian. tempat diri akan bernaung dalam kekekalan yang tidak akan berakhir. adakah sudah diri membangun tempat yang layak di negeri keabadian.

sejenak menikmati kesendirian dalam hening setiap detik sepertiga malam. dan saat-saat sunyi seorang diri menatap diri terasa benar ada nikmat yang tekecup. dari hingar bingar tersedot berbagai rasa yang menguatkan. dari hening dan sendiri terkecup setetes rasa kehidupan yang mungkin tidak terasa dalam ramai. setetes namun dalam dan menyentuh, memeluk bagian jiwa terdalam yang selalu membutuhkan cinta dari Sang Pemilik cinta yang senantiasa akan menguatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s