Mencatat Oktober

Oktober, banyak yang terjadi dalam bulan ini. Emosi rasa juga beragam, mulai senyum hingga air mata. Di Oktober ini juga aku banyak berinteraksi dengan orang-orang baru. Selain karena tergabung dalam grup-grup whatsapp juga sekarang terlibat dalam proyek yang berhubungan dengan menulis, proyek sosial dan proyek bersama seorang teman.

Dari grup dan proyek itu aku kenal orang-orang yang keren. Di grup penulis, ada orang-orang yang sudah menghasilkan karya, melahirkan bukunya. Di grup lain, ada yang sudah sering memenangi beberapa lomba menulis, di tempat yang lain banyak yang sudah punya pengalaman di dunia menulis Di antara mereka juga keren secara kepribadiannya.

Di satu sisi, itu membuat agak jiiper. Woow mereka sudah keren-keren yaa. Sudah ada karya pribadi. Sudah berpengalaman menulis. Woow deh. Di samping itu, oke dan keren juga para penulis yang bukunya telah dan sedang aku edit. Keilmuan, pengetahuan, dan pemahaman mereka yang bagus terhadap keislaman (secara buku-buku yang aku edit adalah buku-buku nonfiksi keislaman). Sementara aku masih belajar dan berusaha untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan menghibur. Hehe.

Di sisi lain, senang juga bisa ketemu dan diskusi dengan mereka. Belajar dari orang-orang itu. Berbagi pengalaman, cerita, dan ilmu. Ya, diskusi itu selalu menyenangkan. Bertukar pendapat dan informasi. Membuat pengalaman dan pengetahuan diri menjadi bertambah.

Di sisi lainnya lagi, itu jadi penambah semangat untuk terus berkarya, terus menulis, mencipta, dan melahirkan ide-ide fresh yang bermanfaat bagi orang banyak. Semakin menantang diri sendiri untuk melawan ketakutan dan merasa ketidakbisaan yang lebih dulu muncul. Selain itu, pekerjaan mengedit buku itu juga memberikan suntikan semangat tersendiri. Aku kerja mengedit tulisan orang lain di penerbit. Suatu waktu, tulisan aku yang harus diedit oleh editor lain di penerbit sebelum diterbitkan (artinya tulisan/buku aku sudah masuk penerbit dan akan diterbitkan. Yeaay).

Selama kita mau belajar, mencoba, dan beraksi, juga berani memperkenalkan karya kepada orang lain, kita akan semakin terlatih, terasah, dan teruji. Menulis, menurut aku, akan semakin terasah kemampuannya jika kita banyak melakukannya, banyak berlatih, banyak menulis. Ya, menulislah dan kenalkan karya kita kepada orang lain. Kenapa? Agar karya kita mendapat tambahan nilai (dari segi isi maupun bahasa) selain juga karena agar tulisan kita bermanfaat untuk orang lain. Bagaimana bisa ide, gagasan dapat tersampaikan ke orang lain jika hanya disimpan saja? Oke, sepertinya rumah tulisan aku ini perlu dipublikasikan ke orang lain. Hohoho.

Walaupun agak jiiper ya bergabung dengan mereka yang sudah keren-keren dalam menulis, aku mendapat suntikan semangat untuk berkarya dalam menulis. Toh, setiap orang pasti punya keunikan dan sisi kerennya masing-masing. Tinggal bagaimana cara kita mengenali dan menggali potensi serta kekerenan dalam diri sendiri. Keren dengan gaya dan cara sendiri. Kalau semua orang punya sisi kerennya yang sama, pasti akan terasa hambar. Punya keahlian dan ciri yang sama. Bunga di taman yang beragam warna dengan susunan yang rapi, tentu terlihat lebih indah daripada bunga yang berwarna sama.

So, tidak perlu merasa rendah diri, tapi rendah hati itu perlu. Yuuk gali potensi diri sendiri tanpa banyak melihat pada kelebihan orang lain. Fokuslah pada kelebihan diri sendiri untuk semakin dikembangkan dan meminimalisasi juga memperbaiki kekurangan diri. Be yourself and trust yourself.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s