Penyebrang Jalan LA

ada fasilitas di jalan raya yang bisa membuat nyaman diri dan lebih safety justru tidak digunakan. dahulu jembatan penyebrangan di depan dan belakang stasiun lenteng agung belum dibangun. kondisinya, saat itu, banyak pejalan kaki dan penyebrang jalan yang kesusahan untuk menyebrang. para pejalan kaki yang ingin menyebrang dari arah pasar lenteng menuju stasiun dan sebaliknya begitupun dari arah stasiun ingin menyebrang ke jalan yang menuju depok, harus beramai-ramai menyebranganya. menyebrang seorang diri hanya akan membahayakan diri sendiri karena kendaraan di sekitar itu melaju kencang dan terkadang atau bahkan sering tidak mau mengalah. penuh dengan resiko berbahaya bagi pejalan kaki yang ingin menyebrang bukan?

pertengahan tahun ini, dibangunlah jembatan penyebrangan di depan stasiun lenteng agung, di jalan yang menuju ke arah depok dan di belakang stasiun, di jalan yang menuju ke arah jakarta. perlu diketahui jalan itu adalah jalan satu arah.

namun, kondisinya justru semakin membuat miris. jembatan yang siap digunakan itu terbengkalai begitu saja. para penyebrang jalan masih saja enggan menggunakan jembatan penyebrangan sebagai jalan untuk keselamatan mereka menyebrang. males? menggunakan jembatan penyebrangan tidak efisien? jaraknya jadi lebih jauh? jadi tambah bikin lelah karena harus naik turun tangga?

apakah semua alasan itu sebanding dengan keselamatan yang akan didapatkan oleh pengguna jalan. kenapa aku bilang untuk keselamatan pengguna jalan. ya, karena pengguna kendaraan bermotor, angkot, bis juga butuh keselamatan. bayangkan dalam kecepatan agak tinggi atau tinggi, tiba-tiba ada orang menyebrang. pasti si pengendara banting stir untuk menghindar. jika tidak menghindar dapat membahayakan penyebrang jalan. jadi serba salah kan. kalau ada yang tertabrak siapa yang mau disalahkan. semuanya salah. padahal jembatan penyebrangan sudah dibangun dan disediakan untuk pejalan kaki. agar semua pengguna jalan merasa aman dan nyaman berlalu lintas di jalan raya.

selain itu, juga kemacetan tetap saja terjadi. ya selain karena faktor angkot ngetem. faktor pejalan kaki yang menyebrang melalui jalan dan tidak lewat jembatan penyebrangan itu juga ikut menyebabkan kemacetan di sekitar stasiun lenteng agung. kenapa? karena para pengendara kendaraan bermotor harus berhenti membiarkan para penyebrang jalan itu menyebrang. padahal lagi-lagi di depan mata ada jembatam penyebrangan yang kokoh berdiri.

membangun jembatan itu bukan dengan biaya yang murah. sekarang fasilitas untuk pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan sudah diberikan. kenapa mbok ya masih juga menyebrang di jalan dan tidak menggunakan jembatan penyebrangan. terkadang aku heran dan tidak habis pikir. sebegitu melelahkannya kah naik dan turun jembatan penyebrangan? akan menghabiskan banyak waktu dan tenagakah untuk menyebrang melalui jembatan penyebrangan? untuk keselamatan diri juga orang lain. okelah tidak usah memikirkan orang lain dulu. itu jelas untuk keselamatan diri sendiri.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s