Tonggak Peradaban

“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia” (Bung Karno)

Dalam setiap peradaban, selalu ada unsur pemuda yang menjadi tonggak utamanya. Pemuda menjadi salah satu elemen terpenting yang membuat sebuah peradaban menjadi maju dan beradab. Dalam perubahan suatu bangsa, pemuda menjadi pelopor dan penggerak.

Al-Qur’an mengabadikan sejarah para pemuda Ashabul Kahfi, yang berani melawan kezaliman, dalam satu surat. Pada zaman Rasulullah, sejarah mencatat nama beberapa nama pemuda yang di usia mudanya sudah berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah. Tercatat nama Usamah bih Zaid, Zaid bin Tsabit, dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Usamah bin Zaid memimpin perang melawan prajurit Romawi yang berjumlah 4.000 orang. Pada saat itu, Usamah bin Zaid berusia 18 tahun. Selain itu, ada pula Zaid bin Tsabit. Pada usia 21 tahun ia sudah menerima amanah sebagai juru tulis yang menghimpun wahyu yang turun kepada Rasullah. Sa’ad bin Abi Waqqash dikenal sebagai pemanah terbaik di zamannya pada usia 15 tahun.

Saat ini, di Indonesia, kita mengenal Hendy Setiono sebagai pemilik franchaise makanan dengan menu kebab. Di usianya yang masih muda, 29 tahun, ia sudah dapat meraih kesuksesannya sebagai pebisnis yang memiliki lebih dari 1.000 kedai. Majalah Tempo mencatat Hendy sebagai salah 1 dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia.  Kita juga mengenal seorang motivator muda, Bong Chandra. Di usia 25 tahun, ia sudah menjadi motivator muda di Asia. Ia mendapat penghargaan dari Majalah Fortune Indonesia, Forty Under Forty, orang yang sukses di bawah 40 tahun, pada tahun 2010.

Kesuksesan di masa muda tersebut, tidak lepas dari peneguhan jati diri pada masa remaja. Masa remaja adalah masa seseorang mencari jati diri. Sri Rumini menggolongkan masa remaja menjadi tiga bagian, yaitu masa remaja awal (usia 12-15 tahun), masa remaja pertengahan (usia 15-18 tahun), dan masa remaja akhir (18-21 tahun). Fase remaja ini merupakan fase yang strategis dan memberikan dampak ke perkembangan berikutnya.

Di masa remaja terjadi perubahan dan perkembangan dari berbagai sisi dalam tubuh seorang remaja. Dari segi fisik, mulai berkembang organ dan hormon seksualitas, baik pada perempuan maupun laki-laki. Pertumbuhan dan perkembangan dari sisi seksualitas terbagi menjadi dua bagian, yaitu ciri primer dan ciri sekunder. Ciri primer pada laki-laki kematangan organ seksual ditandai dengan kemampuan untuk memproduksi sperma, sedangkan pada perempuan ditandai dengan kemampuan ovarium memproduksi sel telur sehingga menyebabkan terjadinya menstruasi. Sementara itu, ciri sekunder merupakan pertumbuhan lain yang melengkapi kematangan individu. Pada remaja laki-laki, perubahan dalam dirinya terjadi dalam bentuk pertumbuhan jakun, perubahan suara menjadi parau dan rendah, kulit menjadi kasar, dan tumbuh kumis, jambang, dan rambut halus di tempat lain. Pada remaja perempuan, perubahan dirinya terjadi dalam bentuk pertumbuhan buah dada akibat perkembangan kelenjar air susu dan pertumbuhan pinggul.

Dari segi kognitif psikologi, di masa remaja (usia 12-22 tahun) otak manusia semakin berkembang menuju kesempurnaan secara fungsional. Secara kognitif, remaja sudah dapat berpikir logis, dapat membedakan yang konkret dan abstrak. Berfungsinya otak kognitif dapat membuat remaja mampu membuat rencana atau strategi, membuat keputusan, dan memecahkan masalah, dan sudah mempunyai kemampuan bernalar. Dengan kemampuan tersebut, remaja sudah mulai mampu merencanakan masa depan dan mengeksplorasi cara efektif dan tepat untuk mewujudkan rencananya tersebut. Wawasan berpikirnya semakin meluas, mencakup agama, sosial, budaya, moralitas, dan identitas.

Dari segi emosi, pada masa remaja, manusia mencapai puncak perkembangan emosionalitasnya. Perkembangan emosi remaja awal dan tengah menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, temperamental dan emosi yang bersifat negatif (mudah marah, tersinggung, murung, atau sedih). Sementara itu, remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikan emosi dalam dirinya.

Dari segi moral psikologi, remaja tidak lagi hanya memenuhi kepuasan fisik. Namun,  remaja juga ingin memenuhi kepuasan psikologi: rasa diterima, rasa dihargai orang lain, penilaian positif dari orang lain). Dari segi sosial psikologi, remaja sudah mulai mampu memahami orang lain dan ingin menjalin persahabatan. Ada keinginan untuk menjalin persabahatan dengan orang yang mempunyai kesamaan dengan dirinya, baik dalam hal hobi, minat, kegemaran, sikap, dan nilai. Selain itu, ada kecenderungan untuk mengikuti hal yang dilakukan dan diinginkan teman sebaya.

Dengan perkembangan dari berbagai sisi dirinya, remaja menghadapi masa sulit dalam hidupnya. Stigma yang muncul di masyarakat adalah masa remaja merupakan masa yang penuh dengan masalah, kelabilan, dan kegalauan. Muncul beberapa masalah dalam diri seorang remaja. Dari segi fisik, muncul rasa ketidaksenangan terhadap bagian tubuhnya yang dianggap tidak sempurna. Hal itu muncul karena ia melihat dan membandingkan dirinya dengan orang lain atau idolanya. Dari segi emosi dan psikologi ada rasa memberontak, merasa tidak diterima, dan tidak dihargai orang lain.

Dengan melihat perkembangan banyak sisi dalam diri remaja dan permasalahan yang dapat muncul, remaja membutuhkan pendampingan dari orang-orang terdekatnya. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantunya melewati masa remaja. Tidak dipungkiri masa remaja merupakan masa yang sulit. Namun, tidak dipungkiri juga bahwa banyak anak muda yang berhasil menorahkan tinta emas dalam sejarah pada masa muda, masa remajanya.

Pemuda adalah tonggak kehidupan suatu bangsa. Di tangan para pemudalah masa depan suatu bangsa. Pemuda mempunyai banyak potensi dalam dirinya yang dapat digali. Fisik pemuda sangat kuat. Semangat pemuda panas membara. Optimis dan keinginan yang besar membuat pemuda berani bermimpi besar dan berpikir besar.

Pendampingan, pembinaan, dan komunikasi efektif diperlukan remaja dalam menghadapi kesulitan. Mereka perlu mendapat bimbingan untuk mencari jati dirinya. Seorang remaja akan mampu melihat permasalahan bangsanya; kemudian berani untuk merencanakan masa depan yang tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk bangsa dan negaranya; lalu berani merealisasikannya, jika remaja tersebut mempunyai bekal dan pemahaman yang baik tentang diri sendiri, agama, nilai, dan moralitas. Kontradiksi antara agama dan moralitas yang ia pelajari dengan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat yang tidak sesuai dengan agama dan moralitas akan membuat remaja semakin bersemangat untuk membetulkan dan meluruskannya. Hal itu dapat terjadi jika ada bimbingan dan komunikasi terbuka serta efektif dengan orang dewasa terdekatnya. Akan sangat disayangkan jika hasrat ingin tahu, semangat, pertanyaan, kegalauan, kebimbangan, dan kebingungan remaja terjawab oleh hal-hal negatif, seperti narkoba, minum-minuman keras, seks bebas, yang dapat menghancurkan dirinya kemudian menghancurkan bangsa dan negaranya.

Pembekalan dan pemahaman agama yang baik dan sempurna menjadi dasar yang kokoh dan kuat. Pemahaman agama yang baik menjadi tameng dan imun terkuat untuk menghadapi sulitnya masa remaja. Pemahaman agama yang baik tidak dapat diperoleh remaja dengan instan. Pemahaman yang baik memerlukan proses pembelajaran yang tidak singkat. Proses pembelajaran dan pemahaman ini juga membutuhkan pendamping dan pembina serta komunikasi terbuka dan efektif. Pendamping dan pembina adalah orang dewasa terdekatnya: orang tua, kakak, keluarga yang berusia lebih tua, dan guru.

Pemuda sebagai generasi penerus bangsa, pelopor dan penggerak kemajuan bangsa, mempunyai andil yang besar dan signifikasi dalam perubahan bangsa menjadi maju dan beradab. Semangat dan potensi yang ada dalam diri remaja perlu diarahkan kepada hal-hal positif yang memunculkan semangat berprestasi dan menorehkan tinta emas dalam sejarah. Permasalahan yang muncul saat masa remaja dapat diatasi dengan adanya pembinaan dan komunikasi terbuka dan efektif oleh orang dewasa terdekatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s