Sekisah Pindahan

Yeaaaah pindahan rumah tulisan-tulisan ini dari rumah sebelah, sebut saja dia tumblr, sudah selesai (atau sengaja diselesaikan karena tidak semua tulisan di tumblr dipindahin ke sini). hahaha. aku juga punya blogspot, tapi itu juga sepertinya tidak akan terurus. so, kita putuskan saja hubungan dengannya. blogspot ada, tumblr punya, dan sekarang bikin wordpress, maunya apasih ini ratih. hahaha.  dan bisa jadi blogspot dan tumblr akan aku tinggalkan. aku gak ngerti cara main di blogspot. dan di tumblr tulisan aku berantakan tercecer ke mana-mana, gak tersimpen dalam rak di kategorinya, terkesan berantakan dan tidak rapi.  katanya di tumblr ada tema yang bisa bikin rak-rak buat mengategorikan tulisan-tulisan, tapi aku sudah mencari-cari dan tidak menemukannya. blogspot dan tumblr mungkin nantinya akan aku tinggalkan. loe gue end. cukup sampai di sini hubungan kita. maaf yaa. tapi nanti akan masih aku tengok-tengok kok, kita masih bisa berteman. kalau begitu hubungan kita masih bisa dilanjutkan. tidak loe gue end sampai di sini. #ngomongapasihgue.

di rumah ini, tulisan-tulisan aku dan banyak artikel dari grup-grup WA yang aku peroleh bisa terkategorikan dengan rapi. dari grup WA kan sering tuh dapet kiriman artikel yang bagus-bagus. agak susah dan malesin ya, buka hape nyari-nyari itu artikel dimana. bisa juga sih nyari di web grup yang bersangkutan. tapi gak semua artikel itu ditaruh di web. meskipun pengategoriannya tidak sampai detail, kondisi ini lebih baik daripada di tumblr aku yang berantakan. ya aku suka jika semua dimasukkan ke dalam rak-rak atau kotak-kotak sesuai kategori dan kelompoknya. terlihat rapi, tertib, dan gampang dicari ketika dibutuhkan, semua diatur dan ditempatkan pada tempatnya. soal pemakaian, itu juga terasa mudah.

semoga saja, di rumah baru ini, penghuninya dan juga tamu yang berkenan main dan berkunjung ke sini merasa betah dan nyaman. bisa menghidupkan rumahnya. judul film yang sering banget tayang di televisi menjelang atau ketika natal, home alone 1-4, gak bosen-bosen film itu ditayangin. orang yang tumbuh dan berkembang di keluarga yang kurang baik atau ideal disebut anak broken home. kenapa bukan house alone atau broken house. itu karena house lebih mengacu pada rumah dalam hal kebendaan, rumah sebagai sebuah benda yang disebut bangunan rumah. sementara itu, home lebih mengacu pada situasi, suasana, dan kondisi dalam rumah. kondisi rumah dengan keluarga di dalamnya. lebih mengacu pada soal suasana dan rasa keluarga dalam rumah. sebenarnya pendapat aku tentang perbedaan penggunanan house dan home ini rada-rada sotoy, sok tau. bisa benar. bisa juga salah. hahaha.

iya, semoga saja rumah ini menjadi rumah yang membuat penghuni dan para tamunya merasa baik. dan seperti nama rumah ini “Asanka Gantari”. Nama itu aku ambil dari bahasa Jawa -Kawi dan Sankekerta yang berarti gagasan atau pemikiran yang menyinari, hasil pola pikir yang memberi penerangan kepada sekitarnya.

aku suka menulis. bagiku menulis seperti wadah yang dapat menampung segala hal yang aku rasakan dan pikirkan. aku tipe orang yang suka sekali bercerita kepada orang lain. menulis sama halnya dengan bercerita, bercakap dengan orang lain. dapat menuangkan dan mengeluarkan segala hal yang aku rasa dan pikirkan, yang jika hal itu tidak aku keluarkan itu dapat membuat aku stres. karena semua itu terasa berputar-putar di kepalaku. menulis bisa dikatakan sebagai “obat penenang” untuk kestresan aku terhadap hal-hal yang aku pikirkan, yang jika tidak dikeluarkan itu sangat menganggu sekali dipikiran. tapi kalau dilihat, diraba, diterawang, lebih banyak ya tulisan aku yang berbentuk puisi, puisi prosaik, atau prosa puitis.

dan kemudian aku tersadar, bahwa menulis bukan saja untuk kesenangan diri sendiri. akan ada orang lain yang berperan sebagai pembaca yang suka atau tidak suka, yang langsung atau tidak langsung akan membaca tulisan aku. kalau tidak suka kenapa orang itu masih membaca tulisan aku ya dan membaca tidak langsung itu kek gimana coba. entahlah, ya begitulah. hahaha. dan aktivitas membaca pasti akan mendatangkan informasi baru tentang suatu hal kepada pembaca. aku ingin pembaca mendapatkan hal yang baik juga positif dalam tulisan yang aku tulis. sama halnya seperti apa yang ingin aku dapatkan ketika aku membaca tulisan orang lain. aku sebagai pembaca juga ingin mendapatkan hal yang baik untuk diriku. dan aku sebagai penulis ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat. yang dengannya dapat menginspirasi dan mencerahkan orang lain.

ya, seperti arti nama yang aku berikan pada rumah tulisanku ini, “Asanka Gantari” gagasan atau pemikiran yang menyinari, hasil pola pikir yang memberi penerangan kepada sekitarnya. dan aku merasa bukan hanya untuk sekitarnya, namun juga untuk diriku sendiri. menyinari dan menginspirasi diri sendiri juga orang lain.

itulah keindahan dan keajaiban berbagi. dengan berbagi, diri kita akan semakin berkembang lebih baik. untuk dapat memberi kepada orang lain, tentu saja diri sendiri terlebih dahulu memiliki sesuatu yang akan diberikan tersebut. jika ingin menghasilkan atau mengeluarkan gagasan yang baik, input yang dimasukkan juga harus baik. jika pun tidak baik, harus disaring dulu dengan menggunakan saringan yang kondisinya bagus dan berfungsi baik. saringan yang berfungsi bagik sebagai penyaring juga tidak langsung tadaaah, simsalabim langsung jadi. ia haruslah dibentuk dan dijaga agar tetap baik. karena itu, tetap saja input informasi yang dikonsumsi harus tetap terjaga kebaikannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s