Sabtu Sore di September Ceria

20 September 2014 di suatu sabtu siang menjelang sore

ini agenda kedua aku di akhir pekan ini. setelah kondangan di resepsi pernikahan saudaraku, aku pergi menemui menti-mentiku di steak stallo. kami sudah dua pekan tidak ketemu. pekan yang lalu, aku yang tidak bisa hadir menemui mereka, keadaannya sedang kacau balau. jadi aku putuskan untuk tidak bertemu mereka untuk sementara waktu di pekan itu. mereka aku gabungkan dengan kelompok yang satunya lagi. pertemuan pekan ini, sebenarnya seperti biasa hari jumat bersamaan dengan waktu shalat jumat di musala belakang sekolah. namun, hari jumat itu anak-anak keburu terkunci di depan gerbang sekolah sehingga tidak bisa keluar sekolah, aku pun juga tidak bisa masuk ke sekolah. selain itu beberapa dari mereka juga ikut lomba yang diadakan di sekolah, aku lupa dalam rangka apa. jadilah pekan itu, kami bertemu di hari sabtu sambil makan siang, makan steak stallo.

acara makan siang kami mundur 1 jam dari rencana. aku berencana untuk bertemu di stallo pukul 12-12.30 setelah shalat zuhur. namun, kami baru berkumpul pukul 13.20. Memang tidak fullteam. ada yang sebagain masih ikut lomba sebagian lagi tidak ada kabar.

ini pertama kalinya, aku mengajak mereka makan-makan. sebelumnya aku pernah membawakan mereka makanan saat mentoring, donat madu dan lebih sering rujak. karena hari jumat, kami sudah tidak bertemu, pekan sebelumnya juga tidak bertemu, pertemuan sabtu siang itu terasa begitu rindu. menatap wajah-wajah ceria mereka. berbagi cerita dan pengalaman walaupun tidak fullteam, itu sangat menyenangkan.

perbicangan kami siang itu adalah perbincangan ringan seputar kegiatan mereka di sekolah, di rohis, pemilihan ketua rohis dan ketua keputrian yang sebentar lagi mereka hadapi, cerita-cerita ringan sehari-hari yang mereka hadapi dan rasakan. juga berbagi cerita tentang pengalaman angkatan 2008, angkatan aku, yang sampai mengadakan demo dan menjadi berita heboh di surat kabar pada waktu itu.

bercerita bahwa setiap kita adalah agen muslim, dan jadilah kita sebagai agen muslim yang baik, seperti yang dikatakan Fatma dalam novel 99 cahaya di langit eropa. dan bagaimana rohis menjadi wadah bagi pemuda-pemuda muslim untuk memperbaiki diri, mengembangkan diri dalam kooridor islam juga berorganisasi dan menjadi hubungan dengan pihak lain di luar rohis sebagai salah satu bentuk dakwah mereka ke teman-teman lain. bahwa islam adalah rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam.

ujung-ujungnya, kami bicara tentang jodoh. namun, mereka masih terlalu polos untuk membicarakan masalah jodoh. mereka juga tidak banyak bertanya tentang hal itu. satu hal yang aku tekankan ke mereka, bahwa prinsip josh itu harus ada. jomblo sampai halal. bahwa jomblo itu bukan sesuatu yang buruk, justru ia suatu hal yang baik. menghindarkan diri dari kenistaan dan kezaliman terhadap diri sendiri.

bertemu dan menatap wajah-wajah mereka, melihat senyum-senyum setiap datang mentoring, menjawab rasa keingintahuan mereka menjadi penyemangat tersendiri untuk aku. entah mengapa, aku benar-benar merasa menjadi seorang mentor yang benar-benr harus bertanggung jawab terhadap mereka. mereka juga terkadang yang menjadi motivasi aku dalam bekerja dan menyelesaikan pekerjaan di kantor. bagaimana tidak, kantor aku sudah begitu baiknya mengizinkan aku setiap pekan di hari jumat untuk datang terlambat saat masuk istirahat. jam masuk istirahat kantor pukul 13.00 dan biasanya aku selesai ngisi pukul 13.30 dan sampai di kantor sekitar 14.00-14.15 sebagai rasa terima kasih dan syukur aku, tentu aku harus memberikan sesuatu yang lebih dan yang terbaik agar pekerjaan aku tetap maksimal dan memberikan hasil yang terbaik pula dengan keterlambatan aku setiap jumat. meskipun terkadang pekerjaan aku di kantor membosankan dan aku melihat beberapa teman aku resign dan merasa tidak nyaman dengan manajemen yang ada, aku tidak berpikir untuk memikirkahn hal-hal yang jelek. bagaimanapun kondisinya, aku suka dengan pekerjaan aku dan apalagi kantor aku mengizinkan aku datang terlambat setiap jumat.

aku juga merasa sangat enjoy menjalankan amanah ini meskipun dengan kondisi aku sudah bekerja dan aku benar-benar harus bolakbalik pondok labu-depok-pondoklabu-depok-pondoklabu lagi untuk pulang. namun aku sangat menikmati hal itu. aku menikmati setiap kebutan motor dan menikmati rasa keheranan aku, bahwa ternyata aku bisa menempuh depok-pondok labu hanya dalam waktu 30-40 menit saja. yang biasanya waktu normal yang aku perlukan sekitar 60 menitan. terkadang banyak hal-hal yang dirasa tidak bisa, tenyata bisa dilakukan. dan aku belajar bahwa ada banyak hal yang bukan lagi tergantung kita bisa atau tidak, namun permasalahannya adalah mau atau tidak mau. ketika ada kemauan, pasti bisa dan pasti ada jalan juga kemudahan.

kesadaran bahwa merekalah yang akan melanjutkan perjuangan kami, para kakak kelas mereka, di sekolah kami tercinta. kesadaran bahwa mata rantai dari angkatan ke angkatan di bawah nya tidak boleh lagi terputus. kesadaran bahwa kita tidak dapat selalu bersama mereka di jalan perjuangan ini. kesadaran bahwa kita harus meninggalkan generasi yang mau dan siap berjuang agar tongkat estafet ini terus berjalan dan semakin berkembang menjadi lebih dan lebih baik lagi. kesadaran itu yang membuat aku semakin meluruskan niat dan menguatkan tekad. bahwa membina mereka seperti seorang ibu yang sedang mengandung, kemudian melahirkan, merawat, dan mendidik anak-anaknya hingga kelak mereka menjadi ‘orang’ yang ‘jadi dan matang’ sempurna. dan lagi-lagi kesadaran penuh bahwa itu bukanlah perkara mudah. pikiran, jasad, juga hati semua bermain dalam hal ini. kondisi ketiganya sangat berpengaruh. dan itu aku sadari penuh dan menjada ketiganya tetap selulu dalam kondisi baik, sehat, fit, dan prima adalah bukan perkara mudah. ada tantangan besar terhadap diri sendiri, perang terbesar dan terberat sepanjang zaman, perang menghadapi diri sendiri, melawan hawa nafsu juga ego diri sendiri.

dan aku bismillah lillahi ta’aala saja. benar-benar harus meluruskan niat menghadapi tantangan itu. bukan demi aku atau siapa pun. dan yang dipikirkan bukanlah lagi ego pribadi namun, keberlangsungan kelanjutan tongkat estafet selanjutnya dan pembangunan peradaban rabbani.

21 September 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s