Misi Silaturahim

20 September 2014 bertepatan dengan hari Sabtu akhir pekan. Hari itu, aku tidak banyak agenda. Ada tiga agenda yang terjadwal di agenda akhir pekan. semuanya bermakna, memiliki momen-momen sendiri. Tepat pada tanggal itu pula, jatah hidup aku di dunia ini berkurang satu tahun dan angka usiaku bertambah satu, hampir mendekati seperempat abad.

agenda pertama aku di akhir pekan adalah kondangan. datang ke pernikahan saudara. orang tua pengantin perempuan dengan orang tua aku sudah berteman lama, sudah seperti saudara sendiri. bapak ikut terlibat menjadi panitia pernikahan itu. awalnya, aku juga disuruh membantu dengan menjadi penerima tamu. namun, aku menolaknya dengan alasan sudah ada acara hari itu. dan aku tidak bohong loh ya. siang harinya pukul 13 aku memang ada acara dengan menti-menti aku untuk mentoring, aku tidak bilang hari itu aku ada acara jam berapa, aku hanya bilang aku sudah ada acara.

ketika terlibat menjadi panitia pernikahan teman atau saudara, apalagi teman atau saudara dekat, yang dilaksanakan di gedung, aku paling menghindari posisi menjadi penerima tamu. kenapa? karena ketika menjadi penerima tamu, kita hanya duduk menyambut tamu, mempersilakan tamu ngisi buku tamu, dan ngasih souvenir. sudah titik. ketika kita bertemu dengan teman-teman, hanya bisa menyapa tanpa bisa mengobrol berbagi cerita dengannya. apalagi kalau di pernikahan teman yang mengundang teman-teman lama, seperti teman sma, kuliah, atau yang lainnya. sama halnya di pernikahan saudara, kalau hanya menjadi penerima tamu, tidak bisa ngobrol-ngobrol dengan saudara-saudara juga teman-teman mama (alm) dan bapak. oleh karena itu, posisi menjadi penerima tamu pernikahan teman/saudara di gedung sangat aku hindari. kalau di rumah/di tempat lain selain gedung, itu lihat-lihat sikon (situasi dan kondisi) dulu, jika memungkinkan aku tinggal-tinggal untuk ngobrol-ngobrol dengan tamu-tamu yang aku kenal, aku masih terima.

jadilah aku pada pernikahan saudaraku itu sebagai tamu saja. menikmati hidangan dan bersilaturahim dengan tamu-tamu lain yang aku kenal. pada kondangan kali ini, aku punya tujuan. aku harus bertemu dengan teman-teman mama (alm). aku ingin menyambung silaturahim dengan mereka. teman-teman mama (alm) pasti banyak yang datang karena orang tua pengantin perempuan juga seorang guru di wilayah yang sama dengan tempat mama mengajar dulu. target aku gak muluk-muluk. aku bisa berbagi kabar, bercerita, dan meminta alamat rumah mereka (untuk teman-teman mama yang gak aku tahu rumahnya), jadi aku bisa berkunjung ke rumah mereka.

aku dan kakakku tiba di lokasi pukul 11.30. masih sambutan acaranya dilanjutkan dengan doa penutup. sampai di lokasi yang pertama aku cari adalah keberadaan bapak yang sudah sejak pukul 6 pagi berada di tempat resepsi. Dengan mudah kami bertemu bapak secara ia berdiri di samping meja penerima tamu. Mungkin bapak menunggu kami, anak-anaknya. Saat kami memasuki aula, acara masih sambutan. Ruangan sudah dipenuhi para tamu undangan. Bahkan beberapa gubuk makanan sudah ada yg dibuka dan sudah adanya menikmati hidangan. Aula itu masjid itu sebenarnya cukup besar luas. Hanya saja karena tamu yg diundang banyak, aula itu terasa sempit dan sesak. Cukup memusingkan jika kita berpisah dengan teman dan harus mencarinya di tengah kerumunan orang banyak. pukul 11.45 acara penutupan berupa doa. setelah itu, seperti biasa para tamu undangan mulai satu per satu memberikan selamat dan doa restu kepada kedua mempelai dan menikmati hidangan yang disediakan.

aku sendiri, langsung menikmati hidangan yang ada sambil mencari-cari teman-teman mama (alm). Tidak mudah mencari di tengah kerumunan orang banyak seperti itu. dengan gaya stay cool, kali ini aku menyembunyikan gayaku yang clingak clinguk. aku bertemu dengan teman-teman sesama guru di sd tempat mama mengajar dulu. terakhir kali aku datang bersilaturahim ke sekolah tempat teman-teman mama itu sudah kira-kira 1,5 tahun yang lalu. kemudian aku juga bertemu dengan teman mama juga, dahulu ia kepala sekolah di tempat mama mengajar. bertemu dengan teman-teman mama sesama guru yang berbeda sekolah tetapi masih di satu wilayah. semua reaksi mereka bisa ditebak dan sesuai prediksi. aku disambut dengan begitu gembira. dicuim cipika cipiki, ditanya kabar (kabar aku, kabar kakak, kabar adik), ditanya kesibukan, ditanya kerjaan, dan yang pasti ditanya kapan nikah, udah ada calon suaminya belom. dan disuruh main-main ke rumah atau ke sekolah. ada juga reaksi “wah sekarang udah besar ya. gak terasa, udah jadi gadis-gadis sekarang. cantik.”

yang paling membuat aku senang adalah aku berhasil bertemu dengan teman lama mama (alm) yang ternyata mereka sudah seperti saudara sendiri. mama (alm) dan dia sudah berteman sejak awal-awal mama menjadi guru. bapak juga kenal dengan dia. untuk pertama kalinya aku kenal beliau sejak aku dewasa. beliau bilang “hayo ini siapa? kamu pasti gak inget karena dulu kamu masih kecil. masih sd. sekarang udah cantik.” aku hanya melongo bengong mikir itu siapa. akhirnya, ibu itu memperkenalkan dirinya. jadilah kami mengobrol, bercerita. dan aku dapat nomor hape dan alamat rumahnya. jadi aku bisa menghubungi dan main ke rumahnya. ternyata rumahnya, sejalan dengan rute yang aku lalui saat aku pulang kerja. bisalah sesekali pulang kerja mampir ke rumahnya, silaturahim. siapa tau aku bisa dapa info tentang teman-teman mama (alm) yang lain yang bisa aku silaturahimkan.

ya, satu pintu surga untukku sudah tertutup dan itu yang membuat aku sedih (selain kehilangan dia). pintu surga dengan aku berbakti pada ibuku sudah tidak mempunyai jalan lagi. beliau sudah berbeda alam dengan anak-anaknya. menyambung silaturahim dengan teman dan kerabatnya itu salah satu hal yang bisa aku lakukan selain mendoakannya sebagai bentuk baktiku pada mama (alm).

hal kedua yang membuat aku senang adalah aku bertemu dengan orang tua teman SDku. dan mereka masih ingat aku. wooow. kami juga sempat ngobrol-ngobrol berbagi kabar. dan tentu saja aku tanya kabar teman sdku itu. di akhir perbincangan aku minta nomor hape teman sdku itu. awalnya sang ibu gak ingat, tapi sang bapak ternyata menyimpan nomor hape anaknya. yeay, jadilah nomor hape kedua modal aku untuk menyambung silaturahim dengan teman sdku itu. ya, aku berharap dari dia, aku bisa bersambung silaturahim ke teman sd yang lain.

dan aku senang di pesta resepsi pernikahan saudara aku itu. satu tujuan aku tercapai. aku bisa silaturahim bertemu dengan teman-teman mama (alm). selain bertemu dengan saudara-saudaraku. oiya, di resepsi itu juga aku bertemu dengan teman SMAku. ternyata dia murid sd orang tua si pengantin perempuan. namun, kami tidak sempat ngobrol banyak.

itulah agenda pertama aku dengan misi sukses dilaksanakan. dan itu membuat aku bersenang ria di siang itu.

setelah ini, agenda lain masih menunggu. makan siang bersama menti-menti aku di steak stallo. cerita yang satu ini ada di lapak yang lain ya..

21 September 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s