Masuk Kuliah? Berani Dong

Setelah Ujian Nasional berakhir, ujian yang dihadapi oleh kebanyakan murid SMA adalah ujian masuk perguruan tinggi negeri. Banyak murid SMA mengisi waktu luang setelah Ujian Nasional dengan mengikuti les intensif dari bimbingan belajar yang sekarang menjamur. Dari pihak bimbinga belajar pun mengeluarkan program intensif persiapan masuk perguruan tinggi negeri. Bahkan, ada bimbingan belajar yang mengeluarkan program intensif untuk mereka yang ingin mencoba ujian masuk perguruan tinggi di tahun kedua atau ketiganya. Ya, para lulusan SMA dengan serius mempersiapkan materi agar lulus ujian perguruan tinggi negeri.

Padahal, masuk perguruan tinggi bukan hanya materi ujian saja yang diperlukan. Perbedaan gaya belajar dan gaya hidup masa SMA tentu saja akan berbeda dengan gaya belajar dan gaya hidup masa kuliah. Setelah murid SMA lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri, akan ada sebuah dunia baru, yaitu dunia perkuliahan. Mereka pun akan menyandang gelar baru, yaitu mahasiswa.

Dunia perkuliahan yang mempunyai stigma individualis dan bebas bukanlah suatu hal yang menakutkan jika kita mengenal dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan perkuliahan. Dalam tulisan ini, aku ingin berbagi tips persiapan menghadapi dunia perkuliahan.

1.       Kenali kampusmu

Sebelum kita memasuki dunia perkuliahan, penting untuk mengetahui sistem akademik kampus tempat kita akan kuliah. Perkuliahan biasanya memakai sistem SKS (Sistem Kredit Semester). Sistem ini berbeda dengan sistem di SMA. Informasi tentang sistem akademik dapat ditemui di laman internet atau web kampus. Selain itu, pada masa ospek, biasanya panitia juga akan mengenalkan sistem akademik.

Selain mengenali sistem akademik, penting juga mengenali lingkungan kampus, terutama jurusan pilihanmu. Kehidupan mahasiswa di jurusan eksak tentu berbeda dengan kehidupan mahasiswa jurusan sosial. Cobalah tanyakan ke beberapa senior sekolahmu yang berkuliah di jurusan eksak atau jurusan sosial. Dengan begitu, kamu akan mempunyai bayangan kehidupan kuliah.

Lingkungan kampus tidak hanya mencakup tempat kamu akan belajar, tetapi juga mencakup lingkungan di sekitar kampus dan masyarakatnya. Mengenali lingkungan di sekitar kampus merupakan salah satu hal penting bagi kamu yang akan hidup sendiri alias indekos. Hal ini akan membantu kamu untuk memilih tempat kos yang tidak hanya dekat dengan kampus, tetapi juga kondusif, aman, dan nyaman. Kamu yang tidak indekos alias pulang pergi, cobalah berangkat ke kampus pagi hari. Hal ini dapat membantu kamu memperkirakan waktu perjalanan dari rumah ke kampus, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dengan demikian, kamu dapat mengantisipasi kuliah pagi.

2.       Kenali gaya belajarmu

Saat masih sekolah, kebanyakan dari kita terbiasa menerima pelajaran dari guru. Kita lebih banyak mendengarkan guru yang menerangkan. Ketika sudah memasuki dunia perkuliahan, sistem belajar seperti itu tidak dapat lagi kamu gunakan. Kamu akan dituntut untuk aktif belajar dan mencari bahan-bahan kuliah. Para dosen pun berbeda dengan guru sekolah kamu. Ketika sudah mahasiswa, kamu dianggap sudah dewasa sehingga ada dosen yang tidak sesabar guru sekolahmu, tidak seperhatian guru sekolahmu. Nilaimu meningkat atau menurun tidak akan dipedulikan.

Ada beberapa gaya belajar, antara lain gaya visual, gaya audio, dan gaya kinestetik. Gaya visual berarti memerhatikan dengan seksama. Gaya belajar ini mengandalkan organ penglihatan. Orang yang mempunyai gaya belajar ini akan mudah memahami pelajaran dengan melihat objek atau gambar yang berhubungan dengan pelajaran. Ia lebih suka membaca daripada dibacakan dan lebih mudah mengerti instruksi yang ditulis daripada didiktekan. Sementara itu gaya belajar audio mengandalkan organ pendengaran. Ia akan lebih mudah memahami pelajaran dengan mendengarkan penjelasan orang lain dan berdiskusi. Orang yang mempunyai gaya belajar audio senang membaca dengan keras. Terakhir, gaya belajar kinestetik mengandalkan kegiatan praktek daripada pasif saat belajar. Orang dengan gaya belajar ini senang belajar dengan praktek dan menyentuh. Saat membaca, mereka akan mempraktekkan atau memperagakan hal yang mereka baca.

3.       Buka jaringan seluas-luasnya

Memperluas jaringan ke segala elemen di kampus akan mempermudah kita memperoleh informasi yang kita butuhkan atau informasi terbaru sekitar dunia kampus. Jalinanlah hubungan yang baik dengan dosen, staf birokrasi kampus, satpam, senior dan junior satu jurusan, teman-teman yang bergabung dalam organisasi kemahasiswaan di kampus, teman-teman dari jurusan lain, bahkan pedagang di kantin. Jaringan ini juga bermanfaat untuk kamu yang membuka usaha bisnis selama masa perkuliahan atau pascakuliah. Selain itu, jalinan jaringan ini memungkinkan kamu untuk memperoleh informasi pekerjaan setelah kamu lulus kuliah nanti.

4.       Jalinlah persahabatan

Dunia kuliah ada yang mengasosasikan dengan individualis. Namun, dunia perkuliahan tidaklah seindividualistis yang kamu bayangkan. Temukanlah teman-teman yang baik untukmu dan dapat memotivasimu dalam belajar dan menyelesaika perkuliahan. Jalinlah persahabatan yang baik dengan mereka. Persahabatan semasa kuliah akan membantumu untuk menjalankan perkuliahan dengan menyenangkan meskipun tugas kuliah membuatmu lelah.

5.       Aktif berorganisasi

Dunia kampus adalah miniatur kecil sebuah negara. Dunia kampus juga merupakan sekolah kehidupan yang mempersiapkan kamu untuk terjun ke masyarakat. Di dalam kampus, ada organisasi formal kemahasiswaan. Dengan ikut berorganisasi, kamu akan belajar melatih softskill kamu. Kamu akan belajar kepemimpinan, kecerdasan emosi, sikap menghargai pendapat, sikap menghormati pemimpin dan menyayangi bawahan, belajar mengatur organisasi, belajar mengatur orang lain, belajar bekerja sama dalam tim, dan masih banyak lagi. Selain itu, anggota organisasi dapat menjadi keluarga kedua kamu di kampus. Dengan mereka, kamu akan tumbuh dan berkembang bersama. Selain itu, aktif berorganisasi membantumu membuka jaringan pertemananmu. Tidak jarang sebuah organisasi kemahasiswaan mengundang orang-orang terkenal ke dalam acara yang mereka buat.

6.       Belajar mengatur waktu

Hal yang tidak kalah penting yang harus kamu perhatikan saat menjadi mahasiswa adalah manajemen waktu. Ketika sudah mahasiswa, kamu dibebaskan memilih mata kuliah yang kamu minati di luar mata kuliah wajib. Kamu juga diperbolehkan mengambil cuti kuliah. Kuliah sambil bekerja pun dapat kamu lakukan saat kuliah. Nah, agar kuliah dan tugas-tugas kuliahmu tidak terbengkalai dan tidak tercecer, pengaturan waktu sangat penting kita perhatikan. Mulailah untuk menuliskan kegiatan-kegiatan yang akan kamu lakukan. Mulailah belajar merencanakan kegiatan dan tugas yang akan kamu kerjakan.

Dunia perkuliahan tidak semenakutkan yang pernah dibayangkan. Dunia kampus dan kuliah adalah sekolah kehidupan yang akan membuka dan memberikan pencerahan bagi diri dan pikiran kita untuk siap terjun dan berkontribusi di masyarakat yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. Beranilah bermimpi dan berani merealisasikan mimpimu. Tak perlu resah dan ragu. Pertolongan akan selalu ada dari arah yang tidak pernah kamu duga selama kamu yakin pada Yang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s