TRESNO JALARAN SOKO KULINO

 Resume 
Judul:Tresno Jalaran Soko Kulino
Penulis: DR Asyhuri MAg
Jenis: Artikel Majalah Assalaam edisi Juni 2014
Resume by Aris IM4
Sumber grup Indonesia Membaca 4
Ungkapan “Tresno jalaran soko kulino” akrab di telinga masyarakt jawa yg artinya Cinta tumbuh karena terbiasa (bertemu n berinteraksi). Hmm… yg terjadi apakah bukan sebaliknya: menjadi bosan setelah terbiasa bertemu?

Tema Majalah Assalaam edisi kali ini sangat unik karna yg dibicarakan adalah bagaimana merawat cinta (dalam pekerjaan) yg hampir layu. Tema yg pas karna Pondok Assalaam baru saja mengangkat pegawai tdk tetap (yg sudah bertahun2) menjadi pegawai tetap. Beberapa artikel menarik utk ditelaah, apalagi beberapa penulisnya teman2 alumni saya. Artikel yg saya pilih ditulis oleh pimred Majalah Assalaam dibuka dgn definisi cinta.

Kata polisi: cintai itu susah ditangkap
Kata dokter: cinta itu ga bisa diobati
Kata hakim: cinta itu ga bisa dihukum
Kata hati: cinta itu indah
Kata Rangga: AADC
Kata AgnesMo: cinta itu tak ada logika
Kata ST12: cinta itu anugrah
Kata d’masiv: cinta itu membunuhku
….
Lalu kata kamu cinta itu apa?

Bahasa manusia tdk pernah mencukupi utk menggambarkan rasa cinta yg tersimpan dlm relung hati yg paling dalam.

Ungkapan ‘tresno jalaran soko kulino’ apakah juga berlaku dlm tataran kerja profesional? Jawabannya tdk selalu benar dan juga tdk selalu salah.

Contoh negatif seorang yg bekerja mnjadi guru atau dosen yg sudah bertahun tahun bisa jadi malah mrasakn kebosanan.
Bisa jadi seorang yg ‘kulino’ terjebak kedalam zona nyaman sehingga merasa puas dgn apa adanya. Tdk ada tuntutan utk meningktkan diri atau dlm istilah ilmu nahwu ‘mabniyyun ala as sukuun’.

Sebuah lirik lagu: ‘Jangan kau cintai aku apa adanya…
Tuntutlah aku sesuatu.
Agar aku dapat maju bersamamu…’
🎼

Kerja tanpa cinta akan berat dirasa. Untuk bisa memupuk cinta maka sandarkan cinta pada pemilik cinta sejati: Sang Kholiq. Cinta karena Allah akan menawarkn ketentraman, kebahagiaan dan ketagihan. Cinta karena Allah akan meninggalkn ego, karna hakekat cinta sejati itu memberi bukan menuntut. Memberi kpd yg terkasih sama dgn menghadiahi diri sendiri.

Dalam konteks bekerja maka mencintai pekerjaan karna Allah akan memunculkn kesetiaan dan kerelaan berkorban. Konsekuensinya ia harus bekerja Keras, bekerja Cerdas dan bekerja ikhlas.

A. Indikator kerja Keras:
1. Punya stamina yg tdk habis2.
2. Disiplin tinggi. Anti kudis (kurang disiplin)
3. Kuat n berdaya.
4. Punya kesediaan tinggi. Pak Ogah tdk termasuk.

B. Indikator kerja Cerdas:
1. Meningktkan kerja dgn mencari cara paling efektif.
2. Mengefektifkn sistem. Membedakan mana yg khusus, mana yg reguler.
3. Mampu mengkapitalisasi aset n kelebihan.
4. Mampu membina org2 utk menciptakn team solid.
5. Mampu mjd ‘the most wanted’ karna kebaikan n kinerjanya yg melancarkn pekerjaan. Kalau bisa mudah kenapa dipersulit. Kalau bisa cepat mengapa diperlambat.

C. Indikator kerja Ikhlas:
1. Lapang dada, tak pernah mengeluh.
2. Pandangannya jernih, hati nuraninya mbimbingnya menyelesaikn persoaln.
3. Memberi lebih dr yg diminta.
4. Lebih mpertanyakan: apa amalmu dibanding apa posisimu. Apa peranmu dibanding apa kedudukanmu. Apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
5. Ketersinggungan pribadi tdk membuatmu keluar dari barisan n merusak tatanan.
6. Ketika posisimu di atas tdk membuat jumawa. Ketika posisi dibawah tdk membuatmu ogah2an bekerja.
7. Ikhlas itu kalau khilaf segra minta maaf. Kalau salah segra berbenah. Kalau tertinggal segra percepat mengejar.
8. Ikhlas itu kebodohan tdk dibalas dgn kebodohan. Kezaliman tdk dibalas dgn kezaliman.
9. Ikhlas itu ketika kau hadapi wajah marah dgn senyum ramah. Kau hadapi kata kasar dgn jiwa besar. Kau hadapi dusta dgn menjelaskn fakta.

Dgn kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas seseorang akan mencapai produktifitas tertinggi, pantas mendapat derajat kemuliaan yg tinggi. Ia selalu merasa beruntung dan menguntungkn org lain, bahagia dan membahagiakn org, amalnya dihargai dunia dan akherat.

15 Juli 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s