Perjalanan Hati

Jurnal Perjalanan Hati
Oleh: Agus al-Muhajir
Join us: onedayonepage.net 
Kerap termenung ketika menikmati perjalanan. Menatap awan yang berarak pergi dan datang. Hijau dedaunan yang datang silih berganti menyuguhkan horizon yang berganti begitu cepat. Semua seolah menyuguhkan sebuah cermin besar semesta yang menunggu pemaknaan. Perjalanan Ya,perjalanan.. sebuah kegiatan yang tak hanya dimaknai sebagai kegiatan saja. Tapi sebuah peristiwa, bahkan sebuah fase.
Sebuah fase dimana kita bebas mereguk semesta bijak dari birunya langit atau belajar kokoh dari gugusan karang dan deretan pegunungan yang anggun, membisu tapi berbicara banyak pada nurani yang terpapar jerih oleh tatap agungnya yang menyapa jiwa-jiwa yang kerap dilanda korosi .

Seperti belum lama ini, saat terjebak kemacetan yang luar biasa akibat banjir yang memutus jalur utama Garut menuju Bandung. Kemacetan yang amat luar biasa. Benar-benar berhenti dan tidak bisa berjalan sama sekali. Kemacetan yang akhirnya memaksa saya untuk mencari jalan alternatif untuk bisa sampai ke kota Bandung dengan segera mungkin.

Maka keputusanpun diambil untuk mengambil sebuah jalan alternative. Sebuah perjalanan yang dipenuhi dengan
rasa was was karena melewati beberapa daerah yang sangat asing dan cukup sepi. Sebuah perjalanan yang diwarnai dengan pertanyaan yang berulang,“ Habis ini kemana?…belok kiri..kanan..atau lurus ?”

Lalu pertanyaan yang terus terucap itu sejenak mengendap di ruang sadar. Sekelabat saja ayat ke 26 dari At Takwir menyapa jiwa untuk dijawab, “ faa ‘aina tadzhabuun “ Hendak ke mana kah engkau wahai manusia? Sebuah pertanyaan dari Allah yang bukan sekedar pertanyaan retoris belaka. Tapi merupakan pertanyaan yang ditujukan bagi
jiwa-jiwa manusia yang kerap tenggelam dalam kesibukan yang melalaikan. Pertanyaan yang ditujukan pada kita manusia-manusia yang tersesat dalam pesona dunia lalu bertekuk
lutut menghamba, menghiba dan menumpuk-numpuk dunia. Sebuah pertanyaan untuk jiwa-jiwa yang lupa bahwa dunia hanyalah sebuah terminal kecil saja. Terminal yang memang penuh dengan pesona. Terminal yang bisa mematikan nurani dan melupakan untuk melanjutkan perjalanan menuju kampung akhirat yang kekal dan lebih berharga…

Faa ‘aina tadzhabuun ? Maka pertanyaan ini adalah untuk kita duhai para pengembara yang sedang berteduh di rindang pohon dunia. Sebuah pertanyaan yang sudah selayaknya terus terngiang. Bukankah kita tidak mau tersesat di perjalanan ini? Bukankah kita tidak mau terjerus dalam jurang di sepanjang jalan ini ?
Bukankah kita juga tidak ingin kita menempuh jalan tanpa arah yang
akhirnya menggerus seluruh energi kita lalu membuat kita putus asa dalam lelah yang tak berujung?

Faa’aina tadzhabuun ? Hendak ke mana kau melangkah wahai jiwa ? Maka mari kita jawab dengan jawaban Ibrahim alaihissalam yang diabadikan dalam As shofat ayat 37 ,” Inni dzahibun ila rabbi, sayahdin ..”
Sesungguhnya aku melangkah menuju Tuhanku maka Dia yang akan menunjukkan jalan-jalannya.

Maka inilah kita yang sedang terus melangkah menuju Allah dalam compang-campingnya jiwa yang kerap merangas karena dosa.Tapi inilah kita yang meskipun tersaruk langkah, kita tetap menghiba mengemis cinta dan pelukan hangat cinta-NYA yang meredakan seluruh lara kita.

Dan inilah kita, yang meskipun kerap merasa tak layak tapi kita percaya bahwa kita sedang malangkah
menuju Allah sang Maha Pengampun yang senantiasa menanti kita kembali.

Maka inilah kita, sang
pengembara yang sedang terus memaknai sehembus demi sehembus nafas
menuju kematian dalam kerinduan yang amat sangat pada rumah kita yang sesungguhnya. Kampung akhirat yang
kekal, Syurga rindang dan penuh kenikmatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s