PEDHOFILIA

Penulis: Rizky Grup Indonesia Membaca 4

PEDHOFILIA

Ini merupakan kata yang baru saya dengar ketika heboh dalam pemberitaan kasus sekolah internasional di jakarta dan juga kasus emon. Menurut saya pedhofilia ini hanya masalah nama saja. Apakah kalian pernah mendengar kasus sodomi ? Kalau tidak salah saya waktu itu masih berseragam merah putih. Dan semenjak itu, orang tua saya sering menasihati jika hendak berangkat sekolah.
Kata pedhofilia juga baru saya pelajari lebih lanjut saat training sosial movement di jakarta pada beberapa hari lalu. Ketika itu diakhir acara kami ditugaskan untuk membuat proyek impact untuk mengatasi masalah indonesia. Ketika itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengatasi permasalah negeri ini.
Sosial, Pemuda, Muslimah, dan Entrepreuner. Ke empat itulah yang menjadi fokus kami dalam mengatasi masalah negeri ini. Syarat untuk mengikuti training itu adalah membuat ide untuk mengatasi permasalahan indonesia. Pada saat itu saya memilih tema sampah. Ketika dihadapkan dalam ke empat pilihan itu. Menurut saya yang paling cocok dengan program saya adalah sosial.
Ketika berdiskusi yang panjang. Kelompok sosial memutuskan untuk membuat proyek untuk mengatasi anak – anak pedhofilia. Pada saat itu juga saya masih asing dengan kata itu. Namun, ketika mengingat tentang berita yang hangat tentang pedhofilia. Saya jadi tertarik untuk mempelajarinya. Ditambah ketika saya yang saat itu mempersentasikan di depan advisor. Langsung ditolak mentah – mentah. Topik pedhofili sangat tidak menarik. Berawal dari situ saya menjadi sedikit mempelajari tentang pedhofilia. Dan yang lebih memperkuat saya dalam mencari topik ini adalah ketika mendapat tugas kuliah tentang pedhofilia.

Jadi, apa itu pedhofilia ?
Pedofilia adalah paraphilia yang melibatkan ketertarikan abnormal terhadap anak-anak. Paraphilia sendiri berarti gangguan yang dicirikan oleh dorongan seksual yang intens berulang, serta fantasi seksual yang umumnya melibatkan: objek bukan manusia; penderitaan atau penghinaan terhadap diri sendiri atau pasangan; atau hewan dan anak-anak. Pedofilia juga merupakan gangguan psikoseksual, yang mana fantasi atau tindakan seksual dengan anak-anak prapubertas merupakan cara yang untuk mencapai gairah dan kepuasan seksual. Perilaku ini mungkin diarahkan terhadap anak-anak berjenis kelamin sama atau berbeda dengan pelaku . Beberapa pedofil tertarik pada anak laki-laki maupun perempuan. Sebagian pedofil ada yang hanya tertarik pada anak-anak, tapi ada pula yang juga tertarik dengan orang dewasa dan anak-anak.
Pakar kesehatan mental membatasi definisi pedofilia sebagai aktivitas seksual dengan anak-anak praremaja, yang umumnya berusia 13 tahun atau lebih muda. Beberapa pedofil membatasi perilaku mereka dengan mengekspos diri atau bermasturbasi di depan anak, atau mencumbu dan membuka baju anak, tapi tanpa kontak kelamin. Namun, ada pula pedofil yang memaksa anak melakukan seks oral atau berhubungan intim.
Sebagian ahli menganggap pedofilia timbul karena faktor psikososial daripada karakteristik biologi. Sebagian orang berpendapat pedofilia timbul akibat pelecehan seksual yang dialami seseorang ketika kecil. Sementara itu, ada juga yang berpikir perilaku itu berasal dari interaksi pelaku dengan orang tua selama tahun-tahun awal kehidupannya.
Beberapa peneliti mengungkapkan, seorang pedofil mengalami perkembangan emosional yang tertahan. Mereka tidak pernah dewasa secara psikologis sehingga lebih tertarik terhadap anak-anak. Pedofilia juga dipercaya timbul akibat kebutuhan untuk mendominasi pasangan. Karena anak-anak bertubuh lebih kecil dan biasanya lebih lemah dibandingkan orang dewasa, mereka dapat dianggap sebagai mitra potensial yang tidak mengancam.
Lalu bagaimana cara kita mengetahui seorang pedhofil ? Kita harus mengenali ciri – ciri dari seorang pedhofil. Seorang pedofil sering tampak sangat menarik bagi anak-anak yang menjadi korban potensialnya. Mereka sering menawarkan jasa sukarela ke berbaai organisasi yang melayani atau memungkinkan untuk berdekatan dengan anak-anak muda.
Dalam beberapa kasus, pedofil bisa saja orang dekat yang menawarkan diri untuk mengasuh anak-anak yang termasuk dalam keluarga besarnya. Seorang pedofil biasanya memiliki kemampuan interpersonal yang baik dengan anak-anak, dan dapat dengan mudah mendapatkan kepercayaan anak-anak.
Beberapa pedofilia kerap melemparkan alasan dan menyalahkan anak-anak atas tindakan amoral yang dilakukannya. Mereka mungkin menyalahkan anak-anak karena terlalu menarik atau provokatif secara seksual.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, sejumlah kriteria berikut ini dapat diterapkan untuk mendiagnosis pedofilia:
1. Selama periode setidaknya enam bulan, seorang pedofil mengalami kebangkitan fantasi seksual berulang  dan intens, dorongan seksual atau perilaku aktual yang melibatkan aktivitas seksual dengan anak praremaja atau anak-anak berusia 13 tahun atau lebih muda. 2. Fantasi, dorongan seksual atau perilaku tersebut menyebabkan tekanan yang signifikan atau penurunan di bidang sosial, pekerjaan, atau bidang-bidang penting dalam fungsi sehari-hari lainnya.
3. Orang yang dikategorikan sebagai pedofil setidaknya berusia enam belas tahun dan minimal lima tahun lebih tua daripada anak atau anak-anak yang menjadi objek atau sasaran minat atau kegiatan seksualnya.
4. Diagnosis pedofilia tidak dapat diterapkan pada individu di masa remaja akhir (usia 17-19) yang terlibat dalam hubungan seksual dengan individu berusia 12-13 tahun.

Jika kita lihat ciri ciri diatas. Seorang pedhofil tidak begitu jauh dari kita. Bisa tetangga, paman atau bahkan pembantu kita. Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi pada anak kita. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk pencegahannya.

Metode utama untuk mencegah pedofilia adalah menghindari situasi yang dapat memicu tindak pedofil. Jangan meninggalkan anak-anak sendirian dengan orang dewasa lain, kecuali orang tua atau anggota keluarga yang dapat dipercaya. Anak-anak harus diajarkan untuk berteriak atau berlari jika mereka dihadapkan dengan situasi yang tidak nyaman. Mereka juga harus diajarkan bahwa mereka diharapkan berteriak atau memanggil bantuan dalam situasi seperti itu. Cara lain untuk mencegah pedofilia adalah lewat pendidikan. Anak-anak harus diajarkan untuk mencegah situasi yang membuat mereka rawan terhadap pedofilia. Orang dewasa yang bekerja dengan kaum muda harus diajarkan untuk menghindari situasi yang dapat ditafsirkan sebagai pedofilia.

Kita sudah mengetahui tentang pedhofilia, ciri – ciri pedhofil, dan tindak pencegahannya. Peran kitalah sebagai orang tua atau kakak dalam menjaga mereka. Sering kali kita disibukan oleh pekerjaan, hobby atau bahkan hal yang tidak penting lainnya. Sehingga anak atau adik kita tidak terurus.

Zaman sekarang penitipan anak menjadi bisnis yang cukup prospektif. Bagaimana tidak sang ibu sibuk dengan kariernya, sang ayah banting tulang untuk keluarganya. Sang anak tidak ada yang mengurus karena kesibukannya. Penitipan anak menjadi solusi yang dipilih.

Sangat berbeda anak yang didik oleh lingkungan yang terdapat orang tuanya dengan didik dengan lingkungan tanpa orang tua. Mereka kehilangan satu hal. Kasih sayang sang orang tua. Ini hal yang fatal dalam tumbuh kembang sang anak.

Ketika sang anak kehilangan hal yang terpenting yang dibutuhkan olehnya. Disaat yag sama ada orang yang memberikan perhatian lebih dengan mereka. Sehingga mereka nyaman dan pada kahirnya apapun yang diingin seseorang yang memberikan kasih sayang kepada mereka.
Memang kejahatan pedhofilia ini tidak spontan. Melainkan dengan pendekatan yang matang. Kemudian juga dengan pendekatan yang halus dan nyaman kepada sang korban. Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang terorganisir.

Saya setuju dengan topik “ DasterPreneur “ yang sedang diboomingkan oleh praktisi bisnis dalam sosial media saat ini. Karena ketika sang ibu memilih bisnis dirumah. Maka akan banyak waktu luang untuk sang anak. Sehingga sang anak akan lebih merasakan keberadaan sang ibu. Kemudian tidak ada lagi kasus pedhofilia mungkin akan sedikit berkurang.
Sebenarnya masih banyak yang saya ingin tulis terkait anak dan pedhofilia yang saling berhubungan. Namun, ilmu yang saya miliki masih sangat minim. Saya ingin kritikan yang pedas untuk tulisan saya. Dan konten tulisan saya.

Sampai saat ini saya sedang menunggu email dari salah satu member IM 4 yang menjanjikan akan mengirim e-book novel lolita yang berhubungan dengan pedhofilia. Semoga beliau membacanya juga. Sehingga bisa saya bisa menambah referensi kembali tentang pedhofilia.
Salam Membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s