VDAY

Siapa yang mau ikutan kalau ada yang ngajakin kamu untuk terjun ke jurang? Beneran terjun ke jurang tanpa memakai peralatan apa pun. Karena ini bukan bugeejumping. Hayo siapa yang mau. Pasti gak ada yang mau. Ya pastilah gak ada yang mau. Siapa yang mau mati konyol ala acara terjun ke jurang tanpa tahu kenapa, cuma gara-gara ikut-ikutan saja.

Nah, gak mau kan mati konyol gara-gara ikut-ikutan yang salah? Sama tuh kayak kita ikut merayakan valentine day. Padahal tahu sejarahnya valentine day saja gak tahu. Karena itu dirayakan banyak orang, perayaan valentine day dianggap keren, perayaan untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Jadi deh ikut-ikutan meerayakan perayaan itu.

Kamu tahu gak bahwa sejarah awal valentine adalah untuk merayakan kematian yang bernama Valentino yang memperjuangkan cinta para prajurit Romawi. Pada waktu itu para prajurit tidak boleh menjalin cinta dan  menikah sebelum mengikuti wajib militer. Valentino membuat gerakan untuk melanggar aturan Raja Romawi dengan menolak wajib militer dan menyatukan cinta para prajurit. Padahal mereka boleh menikah setelah mengikuti wajib militer. Nah, Valentinus itu tidak setuju dengan itu kebijakan. Jadilah dia menentang penguasa untuk “memperjuangkan” cinta para prajurit. Karena penentangannya itu, dia dipenjara, disiksa, dan akhirnya dihukum mati. Kematiannya itulah yang banyak dirayakan oleh masayarakat sekarang dengan nama valentine day atau hari kasih sayang.

Versi kedua dari sejarah valentine adalah seorang Kristiani bernama Valentine yang menyatakan Tuhannya adalah Yesus, bukan dewa-dewa sembahan orang Romawi. Karena pernyataannya tersebut ia dipenjara kemudian dihukum mati oleh Kaisar Romawi. Orang-orang gereja menganggap Valentine sebagai orang suci karena keberanian dan keteguhannya menolak dewa orang Romawi.

Jauh sebelum masa umat kristiani masuk dalam masyarakat Romawi, orang-orang Romawi Kuno dan Yunani Kuno menyembah berhala berupa dewa-dewa, politeisme. Pada bulan Februari, orang Romawi Kuno merayakan Hari Raya Lupercalia, perayaan untuk Dewa Lupercus, dewa kesuburan.

Perayaan Lupercalia diadakan pada tanggal 13-18 Februari. Pada tanggal 14 Februari, saat persembahan untuk Dewi Cinta. Pada tanggal tersebut, diadakan undian bagi para laki-laki. Mereka mengambil kertas berisi nama seorang perempuan. Perempuan yang ia dapatkan dari undian itu akan menjadi kekasihnya sepanjang perayaan. Dan mereka bebas melakukan apa saja yang mereka mau, termasuk melakukan hubungan seks.

Dari sejarahnya saja sudah ada sinyal kalau valentine itu bukan perayaan yang bernilai bagus dan sudah pasti itu tidak ada dalam Islam. Lalu hubungannya dengan ikut-ikutan apa? Berapa banyak di antara kita yang mengetahui sejarah valentine day. Berapa banyak di antara kita yang walaupun sudah mengetahui sejarah valentine day, masih tetap ikut merayakan perayaan itu?

Sudah jelas valentine day tidak ada dalam Islam dan Islam juga mengajarkan kita untuk tidak ikut-ikutan. Rasulullah bilang,

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Allah juga berfirman,

“Dan sungguh orang-orang Yahudi Nasrani tidak akan pernah ridha kepadamu sampai kamu mau mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar), dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan dating kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.’” (al-Baqarah:120)

Nah, kelihatan kan.. Mereka yang disebut dalam surat al-Baqarah; 120 itu tidak menginginkan kita masuk agama mereka. Mereka ingin kita mengikuti agama mereka. Kenapa? Karena kalau umat Islam mengikuti agama mereka, perlahan namun pasti, umat Islam akan mengikuti ajaran mereka dan meninggalkan ajaran Islam, serta memandang dengan pandangan duniawi bahwa apa yang dibawa oleh mereka adalah sesuatu yang indah dan bagus. Sementara hal-hal yang dibawa oleh Islam adalah sesuatu yang kuno, tidak modern, kaku, dan banyak batasan. Dengan demikian, jadilah umat Islam dengan sendirinya meninggalkan ajaran Islam.

Itulah perumpamaan kalau ada orang yang mengajak masuk jurang, kita mau mengikutinya. Ikut-ikutan ke arah yang dapat membuat kita masuk ke jurang kenistaan tanpa disadari. Na’udzubillah.

13 Februari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s