Siapa di Depan, Siapa di Belakang

Siapa di Depan, Siapa di Belakang

Sumber : FB Cahyadi Takariawan

Kita sering mendengar istilah “di belakang suami hebat, selalu ada istri yang hebat”. Hanya saja pertanyaannya, siapa yang di depan, dan siapa yang di belakang?

Perhatikan kisah ini.

Thomas Wheeler –CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company—dan isterinya sedang menyusuri jalan raya antar negara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis.

Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan menyusuri pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.

Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan isterinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu”.

Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada isterinya apakah dia kenal lelaki itu. Isterinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah berteman akrab kira-kira setahun.

“Astaga, untung kau ketemu aku”, Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi isteri petugas pompa bensin, bukan isteri direktur utama”.

“Sayangku”, jawab isterinya, “kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin”.

Kisah yang dimuat dalam bukunya Jack Canfield, Chicken Soup for the Cople’s Soul itu, mengingatkan kita tentang banyak hal. Salah satunya tentang ego suami dan ego isteri. Dalam setiap interaksi dan komunikasi antara suami dan isteri, selalu akan muncul ego kelelakian dan ego keperempuanan. Sebagai suami dan sebagai isteri, selalu berusaha untuk memenangkan dirinya.

Wheeler merasa berjasa karena telah “menolong” isterinya sehingga menjadi isteri direktur utama, bukan isteri dari penjaga pompa bensin. Sementara sang isteri merasa, berkat perannya lah Wheeler berhasil menjadi direktur utama. Itulah ego, yang mengajak kita untuk selalu menang dan tidak mau dikalahkan.

Jadi, tundukkan ego, jangan menuruti kemauannya yang tidak pernah mengalah. Ini pelajaran penting hr ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s