SEKEJAP SEDETIK

seketika aku memejamkan mata.

sedetik kemudian aku kembali terbangun.

sudah di manakah aku?

sekejap mata dia yang bernama detik sudah datang menghampiri dengan sejuta kata yang terangkai menjadi kalimat demi kalimat.

merangkai menjadi sebuah cerita kisah kita.

ada aku, juga kamu, hadirlah dia, sekalian mereka, kami pula membaur menyebut kita.

serangkaian kisah bukan tanpa cacat, bukan pula tanpa sempurna.

setiap aku, kamu, dia, mereka, kami, lalu menjadi kita mengurai kata sendiri, memberi warna dalam cerita kisah ini.

dan waktu ini, kembali sesaat untu memejamkan mata sekejap. Lalu sedetik kemudian terbangun, sudah di manakah aku?

iringin deretan huruf merangkai diri menjadi maaf dan terima kasih melengkapi cerita kisah ini.

dua sejoli kata yang tak mau dan mungkin tidak terpisahkan .

sejekap aku memejamkan mata. lalu sedetik kemudian terbangun. sudah di manakah aku?

jalan yang kita tempuh tak pernah sama. namun, kita masih di jalan ini bersama dalam rasa.

21 Maret 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s