PADA SATU TITIK

Pada titik ini aku kembali mengenal Rabb-ku. Setiap hari aku selalu bertemu dengan Rabb-ku. Sehari lima kali, bahkan bisa lebih.
Satu perjalanan yang kembali membuka memori tentang semua yang didapat dari segala ocehan dan untaian hikmah yang berserak lalu dikumpulkan mereka setiap satu kali dalam tujuh hari. Aku mengerti apa yang dimaksud. Aku berusaha pahami betul apa yang dicacah menjadi potongan kecil yang mudah dicerna oleh kami yang menyimak.

Pada titik ini kembali aku tersadarkan satu hal. Hidup tidak melulu teori kawan. Ada satu waktu perjuangan membuktikan segala beragam hasil olahan pikiran.
Rabb-ku ada di mana-mana. Sungguh Dia sangat dekat.

Pada titik ini kembali aku tersadar sungguh Dia sangat dekat.
Sebuah perjalanan pencarian arti sebuah hakikat, pembuktian kata, penemuan jati diri, pembulatan tekad berujung pada kesadaran akan keagungan Sang Rabb.

Dia mengajarkan kami makna sebuah ikatan yang bernama persaudaraan. Dia juga mendikte kami tentang arti kesungguhan tekad. Dia berkata kepada kami melalui laki-laki pilihan utusannya di bumi untuk selalu tidak menduakan-Nya dengan apa pun jua. Sungguh, Dia Maha Pecemburu. Kurang nikmat apa lagi kah hidup kami ini di dunia fana ini sampai berani menjauh bahkan menduakan diri-Nya.

Dan perjalanan ini ada sebuah pembuktian semua hakikat itu. Pembuktian akan kesetian janji pada-Nya untuk tidak menduakan, untuk hanya memohon pada-Nya. Sungguh Dia begitu dekat. Dan itu yang memberikan kekuatan sejati. Pembuktian akan sebuah kemurnian persaudaraan. Persaudaraan hakiki yang penuh dengan cinta. Cinta yang tulus tanpa pamrih. Persaudaraan tetap yang bertahan meski dunia telah mengakhiri masanya.

Segalanya menjadi hakiki dan sejati. Setiap hari aku bertemu dengan Rabb-ku. Dan pada titik ini, pada perjalanan ini terbelalak mata ini terbuka hati ini terenyuh jiwa ini, kembali aku berkenalan dengan Tuhan-ku Pencipta seluruh semesta alam ini. Dan sungguh, Dia yang Mahabesar dengan kebesaran-Nya, Mahakuasa dengan segala kekuasaan-Nya, Mahakasih dengan seluas-luas kasih sayang-Nya.

3 Mei 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s