Membangun Kekuatan

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” (al-Anfaal: 60)

Ayat tersebut menyiratkan bahwa sebelum berjuang fi sabillah ada hal yang harus dipersiapkan. Apa saja itu? Yaitu mempersiapkan kekuatan untuk menghadapi mereka (para musuh), termasuk mempersiapkan kuda-kuda yang ditambatkan. Kenapa harus dipersiapkan? Supaya membuat gentar para musuh yang sama dengan musuh Allah.
Sayangnya, kondisi umat Islam sekarang tidak membuat gentar para musuh Allah. Kondisi umat sekarang seperti apa yang digambarkan oleh Rasulullah. Umat Islam sekarang banyak yang dimakan dan dikerubuti banyak sekali golongan di dunia ini.
Apakah itu disebabkan karena jumlah umat Islam sedikit? Ternyata bukan kawan, jumlah umat Islam sangatlah banyak. Namun disayangkan, jumlah yang banyak itu laksana buih di lautan, yang mudah hilang, mudah terombang-ambing oleh ombak laut dan bahkan oleh riak ombak yang kecil. Umat Islam sekarang tidak punya kekuatan. Jumlahnya banyak, tetapi tidak mempunyai pengaruh, memprihatinkan.
Coba kita lihat. Siapa orang-orang yang menguasai ekonomi Indonesia, yang notabenenya merupakan bangsa dengan jumlah Muslim yang besar? Lihatlah dari bidang sains, politik, militer. Siapakah yang menjadi dalang di belakang bidang-bidang penting itu? Umat menjadi pengekor, bukan diri yang punya kekuatan. Dengan demikian, membuat musuh Islam menjadi tidak gentar kepada umat Islam.
Lalu, apa yang membuat umat Islam yang begitu banyak menjadi seperti itu? Penyebabnya adalah wahn ‘lemah’. Hal yang membuat lemah adalah dia yang namanya cinta dunia dan takut mati.
 
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “‘Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring. Kemudian seseorang bertanya, ‘Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?’ Rasulullah berkata,’Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya, ‘Apa itu wahn?’ Rasulullah berkata,’Cinta dunia dan takut mati.'” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Itulah kondisi yang disampaikan oleh Rasul. Kondisi itu sekarang benar-benar terjadi. Tengoklah apa yang terjadi di negara dengan jumlah Muslim minoritas? Di Afrika, saudara-saudara Muslim Rohingnya. Sungguh membuat air mata menjadi menganak sungai. Mereka dibantai habis-habisan di sana. Mereka diusir hanya karena mereka mengaku bahwa mereka adalah seorang Muslim. Lalu, tengoklah negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Tengoklah negara-negara Timur Tengah. Bahkan, kebijakan-kebijakan mereka dibuat dengan pengaruh Barat dan Amerika.
Karena itu, perjuangan fi sabillah ini bukanlah perjuangan main-main, kawan. Ini perjuangan yang membutuhkan banyak persiapan, rencana yang matang, serta kekuatan mental dan fisik yang luar biasa. Allah telah menyuruh kita untuk mempersiapkan perbekalan itu jauh-jauh hari. Bisa jadi apa yang terjadi pada umat Islam saat ini adalah karena tidak adanya perhatian untuk mempersiapkan kekuatan itu.
Tidak ada batasan kekuatan yang harus dipersiapkan. Segala kekuatan bisa kita persiapkan. Rasulullah bilang bahwa Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai daripada Mukmin yang lemah. Yang lemah memang dicintai juga. Namun, lebih dicintai Mukmin yang kuat.
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, Rasulullah bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah. Pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali kamu merasa lemah.” (HR Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah)
Kekuatan apa saja yang harus disiapkan untuk menyambut perjuangan fi sabillah? Ini kekuatan-kekuatan yang jika semuanya bisa dipersiapkan dengan baik dan matang, umat Islam akan mampu berjuang fi sabillah menegakkan kejayaan dan kewibawaan Islam.
1. Kekuatan Iman
Kekuatan iman adalah kekuatan yang paling dahsyat dan utama. Kekuatan yang paling fundamental dan sangat mendasar. Kekuatan inilah yang pertama kali dipersiapkan Rasulullah untuk membentuk umat terbaik. Kekuatan iman kepada Allah. Hal ini adalah pokok dari segala pokok, sumber dari segala sumber. Akan menjadi hal yang sia-sia jika kita membicarakan kekuatan lain tanpa didasari dan disertai kekuatan iman. Kekuatan iman adalah sumber segala kekuatan.
Pertama kali Rasulullah menanamkan tauhid kepada para sahabat. Pada awalnya sebagian besar para sahabat adalah para penyembah berhala. Rasulullah mengenalkan dan mengajarkan mereka segala hal tentang Allah. Rasul mendidik keimanan mereka sampai pada tingkat tertinggi, yang ucapan syahadat tidak hanya berlaku di mulut manis mereka. Akan tetapi, ucapan syahadat tertanam dan terpatri kuat di dalam hati dan jiwa mereka. Yang kemudian hal itu terpancar dan terlihat dari pola pikir, ucapan, dan tingkah laku mereka sehari-hari. Bahwa segala hal yang mereka lakukan dalam hidup, mereka hidup, mereka bekerja, mereka beribadah, semata-mata semua hanyalah untuk Allah.
Muncul rasa takut di dalam hati dan diri mereka. Takut untuk berbuat maksiat, takut berbuat dosa. Takut hanya kepada Allah semata. Namun, di sisi lain, hal itu menumbuhkan dan memunculkan rasa keberanian. Berani menghadapi segala hal yang salah menurut pandangan koridor rel jalan Allah yang diridhai-Nya.
Ketika Rasulullah pindah ke Madinah, yang pertama kali dibangun oleh Rasul adalah mesjid. Kenapa mesjid? Tanya kenapa? Jawabannya adalah jika kita ingin mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan hakiki dunia akhirat,  yang harus dilakukan adalah memperbaiki hubungan kita dengan Allah.
Apakah mungkin bagi Allah mencampakkan kita? Tidak. Allah berfirman,
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (al-Baqarah: 152)
 
 Ingatlah engkau kepada-Ku, dan Aku akan mengingat engkau. Jika kita membela agama Allah, Allah akan membela dan menolong kita serta meninggikan derajat kita.
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad: 7)
2. Kekuatan Akhlak
Ini adalah senjata kedua kita. Yang namanya senjata bukanlah hanya sekadar senjata secara fisik. Salah satu faktor yang mampu mendatangkan pertolongan Allah adalah kekuatan akhlak. Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak. Islam menyebar tidak hanya dengan kekuatan pedang, tetapi juga dengan kekuatan akhlak. Betapa mulianya akhlak Rasul sehingga dapat meluluhkan hati para sahabat yang awalnya menentang habis-habisan seruan Rasul. Namun, apa yang terjadi kemudian, dengan melihat dan merasakan mulianya akhlak Rasul, mereka berbalik arah menjadi pendukung setia Islam (selain juga karena hidayah Allah tentunya). Selain itu,  kemuliaan akhlak Rasul juga membuat beliau disegani oleh para musuhnya.   Bukalah kembali sejarah awal mula Islam masuk dan meyebar di Indonesia. Salah satunya karena kelembutan akhlak para saudagar dan pedagang Muslim yang berinteraksi dengan para pribumi.
3. Kekuatan Ilmu
Dengan ilmu, derajat manusia akan terangkat. Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Negara yang menguasai sains akan menjadi terpandang dan mempunyai wibawa di mata dunia. Lihatlah Jepang dengan sainsnya. Lihatlah Amerika dengan teknologinya.
Bahkan wahyu yang pertama Allah turunkan kepada Rasul adalah iqra ‘baca’ yang diturunkan tidak hanya sekali (surah al-Alaq: 1-5). Kemudian, Allah melanjutkan dengan nuun ‘demi pena’. Itu berarti kita harus terus belajar dan banyak membaca sehingga terbuka wawasan kita dan banyak ilmu yang didapat.
Setelah iqra ‘baca’, kita harus banyak membaca, mendapatkan banyak ilmu pengetahuan,  berikutnya adalah nuun ‘demi pena’ kita harus menulis. Agar ilmu pengetahuan itu mengalir. Artinya apa? Ilmu harus disampaikan dan dibagi kepada yang lain. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki akan terus jernih dan bermanfaat. Ibarat air yang terus mengalir dan memberi manfaat kepada setiap hal yang dilaluinya. Bukan seperti air yang mengenang yang lama-kelamaan akan menjadi sarang dan menimbulkan bibit penyakit. 
4. Kekuatan Harta
Tidak bisa dipungkiri bahwa sisi ekonomi menjadi pendukung utama perjuangan ini. Ayat-ayat yang berbicara tentang pengorbanan di jalan juang banyak menyiratkan pengorbanan harta dan jiwa. Itu berarti harta atau segi ekonomi menjadi patut untuk dipersiapan kekuatannya. 
Sekarang ini pos-pos ekonomi penting banyak dikendalikan oleh orang non-Muslim. Padahal Rasulullah bilang bahwa sebaik-baiknya harta adalah harta yang dipegang oleh orang Mukmin. Harta yang dipegang orang Mukmin sudah pasti akan dikelola untuk kebaikan bersama dan bermanfaat bagi semua.
Dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga, sembilan di antaranya adalah saudagar kaya raya. Abu Bakar banyak memerdekakan budak dari kafir Quraisy dengan harga tinggi. Jika Abu Bakar tidak memiliki harta yang banyak, bagaimana mungkin ia dapat membebaskan banyak budak? Utsman bin Affan selalu menyediakan hartanya untuk kepentingan perang Rasul dan bahkan dia yang membeli sumur air dari seorang Yahudi untuk kepenting umat Muslim. Ada lagi Abdurrahman bin Auf yang kaya raya. Ketika hijrah ke Madinah, ia ditawari oleh sabahat Anshar separuh harta. Namun, Abdurrahman menolak. Justru ia minta ditunjukkan letak pasar. Memang benar-benar jiwa bussinessman sejati. Apa yang terjadi? Di Madinah, bisnis yang dibangun dari nol oleh seorang Abdurrahman berkembang pesat dan lagi-lagi menjadikannya saudagar kaya. 
Luar biasa yaah. Memang benar kata-kata yang menyebutkan taruhlah dunia di tanganmu, jangan taruh di hatimu. Namun, taruhlah akhirat di hatimu. Kekayaan dan bisnis tidak membuat para sahabat  berpaling menjauh dari Allah.
Para sahabat itu jika siang hari mereka bertebaran di muka bumi. Dengan garangnya mereka menghadapi musuh Allah, mencari penghidupan, mencari rezeki Allah dengan halal, berbisnis halal. Namun, di malam hari mereka khusyu beribadah, shalat malam bermunajat kepada Allah dengan serendah-rendah hati. 
Allah juga mengapresiasi orang-orang yang lelah karena mencari penghidupan dan rezeki Allah dengan bekerja. Kelelahan yang didapat di sore hari karena bekerja mendatangkan ampunan. (ayoo semangaaat bekerjaa lillahi ta’aala)
“Barangsiapa yang masuk waktu sore dalam keadaan letih karena bekerja dengan kedua tangannya, ia memasuki sore hari dalam keadaan memperoleh ampunan Allah.” (HR Thabrani)
 
5. Kekuatan Fisik
Ini nih yang kadang luput dari perhatian kita dan sering kita menggampang masalah ini. Terkadang kesibukan-kesibukan kita dalam kebaikan membuat lupa atas kesehatan diri sendiri. Telat makan, makan tidak teratur, ditambah lagi sering makan makanan instan, sering begadang, kurang istirahat dan tidur, dan lain-lain. 
Mulailah menjaga kesehatan tubuh. Makan makanan yang bergizi dan sehat. Bergizi dan sehat tidak melulu mahal. Usahakan tercukupi kebutuhan tubuh mulai dari karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin (singkatnya 4 sehat 5 sempurna). Hindari dan kurangin makanan yang serba instan, banyak mengandung zat pewarna, pengawet, dan zat kimia lainnya. Pastikan makanan yang kita makan adalah makan halalan thayyiban, halal dan baik. Halal dari segi jenis makanan dan dari cara mendapatkan makanan. Baik dari segi kandungan juga pengolahan makanan. Istirahat dan tidur yang cukup. Perhatikan hak-hak tubuh.Mulai mengonsumsi madu dan habbatus sauda sebagai asupan untuk menjaga kekebalan tubuh sehingga tidak mudah lelah dan sakit. Cari info tentang pola makan Rasulullah yang sehat. Rasulullah dalam hidupnya jarang mengalami sakit.
6. Kekuatan Ukhuwah
Dalam perjuangan di jalan ini kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dengan kekuatan ukhuwah kita bisa saling menguatkan, saling mengingatkan. Sapu lidi kalau cuma sebatang tidak bisa membersihkan sampah sehalaman. Namun, jika batang-batang lidi dijadikan satu lalu dikat kuat menjadi sebuah sapu lidi yang oke untuk menyapu halaman yang penuh sampah. Janganlah dan hindarilah saling mencela,saling meremehkan. Setiap pribadi orang mempunya keistimewaan masing-masing. Hormatilah keistimewaan setiap individu.
Semua kekuatan itu ibarat mobil. Kekuatan iman adalah mesin mobil. Mesin yang menghidupkan dan menjalankan mobil. Kekuatan akhlak adalah rem. Rem yang bisa mengatur dan menghentikan mobil jika sudah keluar jalur dan melewati batas kecepatan. Kekuatan ilmu adalah alat kemudi. Stir yang mampu mengarahkan ke mana mobil berjalan. Kekuatan harta adalah bensin. Tanpa bensin mobil tidak akan bisa jalan. Kekuatan ukhuwah adalah supir dan penumpang. Bagaimana mungkin dalam satu mobil bisa searah tujuannya jika supir dan penumpang tidak akur.
 
Sungguh luar biasa 10 karekter seorang Muslim (akidah yang bersih, ibadah yang benar, akhlak yang kukuh, kekuatan jasmani, intelek dalam berpikir, berjuang melawan hawa nafsu, pandai mengatur waktu, teratur dalam segala urusan, mandiri secara finansial, dan bermanfaat bagi orang lain) jika kesepuluh karekter itu bisa terpenuhi dalam seorang Muslim. Sungguh luar biasa dahsyat.
Yuuk terus selalu belajar dan mengajar (mendidik). Senantiasa membenahi dan memperbaiki diri. Kita adalah seorang pembelajar yang belajar sepanjang hidup, tarbiyah madal hayah. Selalu senantiasa juga berbagi ilmu agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dan terus mengalir, terjaga kejernihannya. Kita persiapkan diri kita untuk menyambut sebuah hal yang besar membangun peradaban rabbani. Sepertinya mustahil kita mendapatkan ikan besar dengan memancing hanya di selokan. 
Semangaaaaaaatt….
-Disarikan dari kajian pengajian kantor dengan pembicara Ust. Fauzi Bahraezy-
21 Maret 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s