KETUKAN PERLAHAN

ketika ia datang berusaha menghujam sebuah benteng pertahanan yang semaksimal mungkin dibuat dengan kukuh. kedatangannya mengetuk perlahan pintu pertahanan. dia tidak menggunakan kekerasan untuk mendobrak masuk.

perlahan ia mengetuk pintu. meski beberapa kali ketukan itu tidak ditanggapi. tidak ada pintu yang terbuka oleh sang penghuni benteng. ia tetap mengetuk perlahan. sesekali ia pergi menjauh. sesekali ia berhenti mengetuk. entah apa yang dipikirkannya. adakah ia bosan mengetuk. adakah ia berhenti menyerah untuk mengetuk pintu benteng. mengapa tidak ia dobrak saja bentengnya dengan keras hingga runtuh,

bisa saja ia menggunakan kekuatannya untuk meruntuhkan benteng dengan segala peralatan dan kekuatan yang dimilikinya. namun, ia tidak melakukankan. ia ingin memiliki benteng itu tanpa merusak sedikit pun setiap bagian benteng.

karena benteng itu akan menjadi miliknya seutuhnya jika ia berhasil memilikinya. ia tidak ingin memiliki benteng yang rusak dan kotor akibat perbuatannya sendiri karena memaksa masuk ke dalam benteng.

ia ingin pemilik benteng memberikan benteng itu kepadanya dengan baik-baik. ia tidak mau nantinya memiliki dan menempati benteng yang rusak sebagai tempat tinggalnya.

8 Maret 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s