KETUKAN PERLAHAN 2

seperti biasanya yang dilakukannya setiap hari, mengetuk pintu benteng yang kukuh ini dengan perlahan. tidakkah ada orang itu bosan melakukannya setiap hari. setiap kali ia datang, selalu ada sesuatu yang baru yang ia bawa untuk diusahakannya agar dapat ditunjukkan dan diperlihatkan.

bukannya tidak menghargai, benteng ini belumlah waktunya diberikan kepada orang itu. serumpun usahanya membuka pintu itu dengan perlahan semakin lama membuat penasaran.

segala hal baru yang dibawanya setiap hari. dan tentu saja berbeda. membuat penasaran setiap hari. kali ini apa lagi yang berusaha ia tunjukkan.

hanya sekadar mengintip dari balik benteng apa yang ia perbuat. ia masih sama setiap harinya. dengan setia mengetuk perlahan pintu benteng berharap diizinkan masuk dan memiliki benteng ini. sesekali memang ia pergi menghilang. entah kemana. sesekali pula ia tidak melakukan hal yang biasa ia lakukan. sudah bosankah ia. sudah menyerahkah ia.

namun satu hari dia datang kembali. dan begitu seterusnya. mungkin ia memang perlu untuk menghilangkan dan meyakini dirinya sendirib benarkah hal yang dilakukannya. namun, ia datang kembali dan melakukan yang hal sama lagi dengan sesuatu yang baru untuk ditunjukkan. rupanya ia masih tidak menyerah.

bukannya tidak melihat. semua terlihat jelas dari balik benteng yang tinggi. walau hanya sekadar mengintip. tapi yang terlihat hanyalah apa yang tampak. yang tidak tertampakkan olehnya tidaklah diketahui. entah apa yang ada di dalam otak dan hatinya.

benarkah ia benar-benar menginginkan benteng ini sebagai miliknya. ataukah ia hanya ingin sekadar menginap sehari, dua hari, satu bulan, satu tahun. bukan untuk selama-lamanya. apakah yang ia inginkan sementara ataukah selamanya.

sayangnya pintu benteng ini memang tidak diperbolehkan untuk dibukan. pun hanya untuk sekadar menanyakan maksud kedatangan dan menanyakan alasan mengapa ia melakukan ini dan itu di depan benteng. ia pun juga tidak mengungkapkan maksud kedatangannya. jadilah pintu benteng ini masih tertutup sepi. sampai ia mengungkapkan maksud kedatangannya dan tidak sekadar melakukan hal-hal yang memancing pemiliknya keluar dari benteng.

8 Maret 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s