KEMBALI

kembali pada mimpi-mimpi yang dahulu pernah kau tinggikan dengan segala angan dan rencanamu. adakah kau masih menyimpan mimpimu itu, kasih?
dahulu kau punya sejuta mimpi yang kau bagikan cerita-cerita panjang. apalagi jika bukan tentang mimpimu. mimpi yang mulai kau rajut dengan benang-benang asa yang kau peroleh dengan mencari ke sana ke mari. kau dapatkan dari pemberian orang lain kepadamu. kau dapatkan dari pencarian sehelai demi helai asa. kau begitu dengan senyum sumringahmu. kau menikmati setiap langkap pencarian. memang tak mudah katamu tapi kau tidak banyak mengeluh tentang itu. masih ingatkah kau ketika dahulu kau berbagi mimpimu begitu tulus terasa. hangat dari hatimu. senyum yang kau bagikan kepada mereka yang ada di sekelilingmu. kadang kau menangis sendiri. kadang kau merasakan kegetiran itu sendiri. kau bilang kau tidak mau ada yang melihatmu menangis. lalu kau tersenyum, kau tahu itu tidak ada mungkin. karena saat itu kau sedang menangis. kau bilang saat kau menangis, sedih, marah, bahagia tidak mungkin tidak ada yang melihat. manusia memang tidak melihat tapi ada yang lain yang dapat melihat, melihatmu melihat kita.
sekarang kau hanya perlu kembali pada mimpi-mimpimu itu. perjalanan sudah kau kita lalui. masihkah kau menyimpan benang asa yang kau cari dahulu? yakin pasti kau masih menyimpannya walaupun kau tidak mau mengakui. perjalanan ini belum selesai. kau pernah bilang kau ingin melihat pelangi di ujung jalan sana. kau ingin melihat semburat langit senja yang indah. kau suka sekali langit senja. begitu memesona dan menggambarkan pembuatnya kau bilang berkali-kali. matamu jelas menyiratkan kagummu itu.
lalu mengapa sekarang kau mau berhenti dari perjalanan ini? sudah tidak maukah kau melihat pelangi di ujunh jalan sana? kau yang selalu bersemangat dan kau tularkan semangat itu dengan senyummu. walau kadang hatimu tak seperti senyum sumringahmu. katamu tidak apa-apa. bukankah hanya menampilan wajah yang manis di depan orang lain itu sudah bagian dari memenuhi hak saudara saudari kau bilang begitu.
mengapa sekarang kau biarkan sedih meraba dengan kasar hatimu. yang dapat merusak kehalusan hatimu. mengapa sekarang kau biarkan benang asa tersimpan rapi di laci mejamu.
sesungguhnya, kau tidak pernah sendiri. ketika senang, susah, sedih, marah, galau selalu akan ada yang siap mendengarkan semua kesah dan resahmu, syukurmu.
yang perlu kau lakukan adalah menghadirkan kembali mimpi-mimpimu. meyakini kembali mimpi-mimpimu. bagaimana mewujudkannya, kita wujudkan bersama. kau sesungguhnya tidak pernah sendiri. percayalah.
ada yang rindu dengan dirimu, tidak ingin dirimu berubah melupakan mimpimu. kembalilah menjadi dirimu yang yakin dan percaya dengan mimpimu dan kau antusias mewujudkannya. kita pernah hampir kehilangan arti sebuah asa, tapi kita yakin dan kita berhasil melewatinya dengan. dan kita mendapati bahwa itu adalah sebuah keajaiban bahwa ternyata dirimu, kita mampu melakukannya. kau masih ingat hal itu. pasti kau ingat.
kembalilah kepada dirimu yang seperti itu. keajaiban lain yang tak pernah kau bayangkan akan mendatangimu. yang perlu kau lakukan adalah mengeluarakan kembali mimpimu, yakini itu dan kita wujudkan bersama-sama dengan iringan doa bergandengan mesra dengan ikhtiar.
kembalilah menjadi dirimu yang seperti itu. ada rasa rindu kepada sosokmu itu. kembalilah. kembalilah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s