CERITA SECANGKIR KOPI

sudah empat hari ini saya mencoba untuk minum kopi sebagai pengusir rasa kantuk. biasanya, saya sering mengabaika rasa kantuk itu dengan aktivitas lain seperti browsing internet tentang hal-hal yang membuat penasaran, mengemil, bahkan menuruti rasa kantuk itu alias tidur walaupun di kantor dan dala waktu yang singkat.

empat hari ini saya mncoba untuk minum kopi sebagai pengusir rasa kantuk. tidak hanya di kantor saja, tetapi di rumah saya juga minum kopi. dalam sehari dua cangkir kopi susu salah satu merek kopi instan saya konsumsi. satu cangkir di siang hari pukul 14.00-15.00 dan malam hari sekitar pukul 21.00-24.00.

selepas minum kopi yang harumnya sungguh menggoda—biarpun saya bukan pecinta kopi, tetap saja saya selalu tergoda dengan harumnya secangkir kopi—efeknya memang terasa. saya menjadi terbuka matanya. sekejap rasa kantuk hilang. konsentrasi datang dengan daya yang penuh.

namun—ah, tetap saja. sebagus-bagus yang diuraikan ada kata perlawanannya—

25 Februari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s