BAHAYA PORNOGRAFI

pornografi dan pornografi itu memang menyeramkan dan menakutkan. juga senjata pembunuh yang oke. sadar gak sadar sadar anak muda saat ini sedang dimatikan otaknya secara perlahan-lahan. ada penelitian yang bilang bahwa saat seseorang melihat pornografi atau pornoaksi, ada bagian otak manusia yang mati perlahan-lahan. bagian otak yang dimatikan itu adalah Pree Frontal Cortex (PFC). PFC ini adalah pusat nilai, moral, tempat merencanakan masa depan, tempat mengatur manajemen diri. bagian otak kanan ini yang menentukan jadi apa kita nantinya. PFC disebut juga direktur yang mengarahkan diri kita.

selain itu, gambar atau visualisasi porno akan dikirimkan ke bagian yang namanya respondent. bagian respondent ini akan mengeluarkan hormon dopamin jika tersentuh oleh visualisasi gambar porno. hormon dopamin akan menimbulkan efek rasa senang, bahagia, dan kecanduan. oleh karena itu, orang yang sekali, dua kali tiga kali melihat pornografi atau pornoaksi akan kecanduan untuk melihat lagi.

selain hormon dopamin, ada juga hormon norepinephrine. hormon norepinephrine ini akan membekukan memori kenangan yang detail. nah, bisa kebayangkan kalo terus-menerus hormon ini dikeluarkan oleh otak. bisa-bisa pikun sebelum waktunya.

karena sudah terkena candunya hal-hal pornografi dan pornoaksi, semakin lama, rasa penasaran ingin merasakannya akan muncul. terbayangkan apa yang akan dilakukan selanjutnya. mendekati lalu melakukan perzinahan. banyak perzinahan, banyak kasus hamil di luar nikah. lalu banyak aborsi. banyak bayi-bayi gak bersalah jadi korban. nilai agama dan norma masyarakat diabaikan dan semakin lama hancur. kalau sudah tidak ada aturan yang dipatuhi, bahkan aturan agama. batasan sudah dilanggar. mau dibawa kemana Indonesia ini.

coba bayangin kalo anak-anak dan remaja kita, yang disebut pemuda banyak dikasih input pikiran yang berbau-bau pornoaksi dan pornografi. sunggu kritis banget kondisinya, dari dini otaknya pelan-pelan dimatikan. padahal pemuda-pemuda itu yang bakalan jadi penerus bangsa. yang bakalan nerusin para tetua-tetua ngurusin negara, ngurusin bangsa, ngurusin masyarakat, ngurusin keluarga. gimana mau ngurusin hal-hal yang luar biasa itu kalao ngurusin diri sendiri masih blentang blentong.

11 Februari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s